Qurban dengan Berhutang? Bolehkah?

Seperti biasa, hari selasa sore adalah jadwal rutin saya mengisi pengajian ibu-ibu di perumahan. Karena sudah mendekati Idul Adha, maka tema yang saya sampaikan ialah seputar puasa Arofah, sunnah-sunnah di bulan Dzulhijjah dan hal-hal seputar berqurban.

Setelah penyampain materi usai, biasanya dilanjutkan dengan diskusi masalah-masalah yang terkait dengan materi. Walaupun terkadang pertanyaan melenceng dari materi inti. Biasalah ibu-ibu, tidak puas kalo tidak curhat ๐Ÿ˜€

Diantara beberapa pertanyaan yang terlontar, ada beberapa pertanyaan yang agak sulit dijawab. Contohnya pertanyaan dibawah ini.


โ€ข Bagaimana jika berqurban dengan uang hasil dari berhutang?

Pada dasarnya perintah berqurban ditujukan bagi orang yang mampu. Jumhur (mayoritas ulama) berpendapat, berkurban hukumnya sunnah muโ€™akkadah. Meninggalkannya, padahal mampu, termasuk sikap yang dibenci (makruh).
Meminjam uang (berhutang) untuk membeli hewan kurban pada dasarnya tidak dianjurkan, karena itu berarti ia tidak termasuk orang yang memiliki kelapangan. Selain itu kedudukan hutang jauh lebih penting untuk segera diselesaikan. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ู†ูŽูู’ุณู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ู…ูุนูŽู„ูŽู‘ู‚ูŽุฉูŒ ุจูุฏูŽูŠู’ู†ูู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูู‚ู’ุถูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ู

โ€œJiwa seorang mukmin tergantung kepada hutangnya sehingga dibayarkan.โ€ (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan. Syaikh al-Albani juga menghassankannya dalam Shahih Sunan Ibnu Majah 2/53)
Akan tetapi ada juga sebagian ulama yang menganjurkan berqurban meskipun harus berhutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj:36). Sufyan al-Tsauri rahimahullah mengatakan: โ€œDulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta kurban. Beliau ditanya: โ€œApakah kamu berhutang untuk membeli unta kurban?โ€ Beliau jawab: โ€œSaya mendengar Allah berfirman:

ู„ูŽูƒูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑ

โ€œKamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).โ€(QS.AlHajj:36)
Namun demikian, ada yang patut kita perhatikan demi kehati-hatian agar tidak salah melangkah. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika berqurban adalah untuk orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang tersebut atau untuk hutang yang jatuh temponya masih panjang atau jika memiliki gaji tetap. Jadi utang tersebut tidak akan menjadi beban dikemudian hari.

โ€ข Arisan qurban

Didaerah saya, arisan qurban umum dilakukan masyarakat. Mungkin dengan cara arisan, orang lebih ringan melaksanakan qurban. Umumnya arisan diikuti oleh 5 orang anggota dengan iuran perbulan sebesar Rp 25.000 hingga setahun terkumpul RP 1.500.000 yang akan dikocok untuk berqurban salah satu nama peserta. Peserta lainnya menunggu giliran tahun berikutnya. Ada kesepakatan diantara anggota jika anggota meninggal sebelum gilirannya, maka kewajibannya digantikan oleh ahli warisnya.
Mengenai qurban model diatas, ada perbedaan pendapat dari para ulama disebabkan oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Arisan seperti diatas sama saja dengan berhutang, artinya anggota yang sudah mendapatkan jatah lebih dulu berhutang kepada anggota yang mendapat jatah sesudahnya.
Dengan demikian, jika arisan kurban digolongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berkurban dengan arisan adalah satu hal yang baik.

โ€ข Berqurban untuk orang yang sudah meninggal

ุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูู†ู’ ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุฃูŽูˆู’ ุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู

Artinya: โ€œJika mati seorang manusia maka terputuslah amalannya kecuali dari 3 perkara: Shadaqah yang mengalir, dan ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan untuknya.โ€ (HR. Muslim)

Qurban merupakan ibadah yang masuk dalam keumuman shadaqah. Sementara shadaqah atas nama orang yang sudah meninggal disyariโ€™atkan oleh Rasulullah SAW seperti termaktub dalam hadis diatas. Jadi, berkorban untuk orang yang sudah meninggal diperbolehkan.Wallahu aโ€™lam.

Iklan

16 pemikiran pada “Qurban dengan Berhutang? Bolehkah?

  1. sebelumnya belum banyka mengerti ttg korban dengan cara berhutang mbak, baca postingan di atas jadi mengerti, maturnuuwn mbak Ika ๐Ÿ™‚

  2. terima kasih mbak… kebetulan saya di ajak adek untuk berkurban dengan cara arisan di kampung halaman sana. jujur saya ragu untuk ikut dlm arisan itu.tapi sebagai rasa menghormati ajakanya saya ikut juga… sekarang keraguan itu jadi tiada setelah baca post mbak ini…

  3. setuju sekali,
    ana sependapat bahwa berhutang utk menunaikan qurban adalah makruh kecuali bila meyakinkan bahwa ia mempunyai kelapangan utk membayarnya , dalam arti tidak mendatangkan kesulitan dikemudian hari…
    kunjungan balik ana, ukhti….

  4. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Tulisan yang memberi pencerahan dengan timing yang tepat menjelang Idul Adha. Terima kasih telah berbagi ilmu, terima kasih pula telah berkunjung di ruangimaji.

    Salam selalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s