Pendidikan Sex ala Barat

Beberapa waktu lalu saya membaca buku “Strong Fathers, Strong Daughters” sebagai bahan saya untuk meresensi buku tersebut. Baru baca dihalaman awal, saya menemukan sebuah tulisan tentang pendidikan sex bagi anak yang membuat saya harus bilang WooW.  Saya tidak membayangkan bagaimana seandainya diterapkan di Indonesia.

Dan inilah kurikulum pendidikan seks di Amerika yang mengikuti pedoman SIECUS (Sexuality Information and Education Council of the United States).

Untuk anak usia 5 – 8 tahun ( TK sampai kelas dua ) :

  • Menyentuh dan menggosok alat kelamin sendiri untuk merasa enak disebut masturbasi.
  • Sebagian pria dan wanita adalah homoseksual berarti mereka tertarik dan jatuh cinta pada orang dengan jenis kelamin yang sama ( informasi ini ada dalam panduan untuk anak yang lebih tua)

Untuk anak usia 9 – 12 tahun ( kelas tiga hingga enam ) :

  • Masturbasi sering kali merupakan cara pertama seseorang mendapatkan kenikmatan seksual.
  • Bersikap seksual dengan orang lain biasanya melibatkan lebih dari hubungan seksual.
  • Aborsi adalah legal di Amerika Serikat sampai pada tahap tertentu dalam kehamilan.
  • Hubungan cinta homoseksual dapat  sama baiknya dengan hubungan heteroseksual ( informasi ini ada dalam panduan anak yang lebih tua)

Untuk anak usia 12 – 15 tahun ( kelas tujuh hingga sepuluh ) :

  • Masturbasi , baik sendiri atau dengan pasangan adalah salah satu cara untuk menikmati dan mengungkapkan seksualitas mereka tanpa beresiko hamil atau terkena PMS/HIV.
  • Bersikap seksual dengan orang lain biasanya melibatkan sejumlah perilaku seksual yang berbeda.
  • Menjalani aborsi secara legal tidak termasuk kemampuan wanita untuk dapat hamil atau melahirkan di masa depan.
  • Orang dari berbagai jenis kelamin dan orientasi seksual bisa mengalami disfungsi seksual.
  • Beberapa perilaku seksual bersama pasangan meliputi mencium , menyentuh , membelai , memijat dan  berhubungan seks oral , vaginal , atau anal.
  • Metode kontrasepsi bebas meliputi kondom laki-laki dan perempuan , busa, gel, serta supositoria.
  • Orang dewasa muda dapat membeli alat kontrasepsi di apotek, pasar, atau supermarket.
  • Di Sebagian besar negara bagian , anak remaja bisa mendapatkan resep alat kontrasepsi tanpa izin orang tua.
  • Baik pria maupun wanita dapat member dan menerima kenikmatan seksual.

Bagaimana pendapat Anda?

Iklan

64 pemikiran pada “Pendidikan Sex ala Barat

    • Iya ndin.. aku bener2 kaget ampe’ ga kebayang dech, pokoknya blank gitu. Serem,,,,ni penulisnya juga kebetulan ga’ se7 dengan sistem itu. Kebetulan beliaunya berlatar belakang dokter dan konselor remaja.

  1. wheew. too much infornmtion keknya Mba Ika ya. Menurut saya kita harus ajarkan pendidikan seksualnke anak tapi bukan ini yang ada dalam pikiran saya. Mba Ika bisa share kan yang lebih cocok untuk Indonesia seprti apa?

    • Sepakat pak, saya juga betul2 kaget mengetahui hal itu. Sebetulnya kemarin saya mau mengulas tentang pendidikan sex ala barat dan timur. Tapi kebetulan referensinya kurang. Saya baru ada bukunya Abdullah Nasih Ulwan “Tarbiyatu Aulad” dan saya pikir masih kurang dalem. Suatu saat kalo referensinya cukup saya share dech pak. Mudah2an ada manfaatnya 🙂

  2. Sepertinya daripada dilawan dan tidak berhasil, akhirnya mereka mengikuti arus saja, dan arus kehancuran yang diikutinya. Di Indonesia pemikiran seperti ini muncul ketika ada yang meminta legalisasi prostitusi, ganja dll. mereka bilang daripada dilarang dan tidak berhasil ya diatur saja. ? Kadang-kadang gak mengerti logika apa yang sebenarnya mereka gunakan. Sebaiknya kemaksiatan itu dilegalkan saja supaya bisa ketahuan siapa yang maksiat siapa yang bukan…. Lha Kok…??? Daripada melarang tapi tidak berhasil??? Parameter moralnya gak jelas….

  3. Mereka memang begitu faham dan gayanya.
    Jika diterapkan di negeri kita bisa-bisa anak-anak akan melakukannya sebelum waktunya.
    Dalam agama tentu sudah ada rambu-rambu mana yang boleh dan tidak boleh.
    Mari kita ajari anak-anak secara bijak sesuai agama dan kepribadian bangsa kita.

    Salam hangat dari Surabaya

  4. kadang kita memang suka keblinger apa2 sok berkiblat ke barat, ayo anak2 dibekali pendidikan sex…
    sebenarnya mari kita mengaca kembali ke diri kita, dulu kita ndak pernah diajari yg macem2 toh sudah dewasa ngerti sendiri caranya, tanpa kemudian dibebani rasa penasaran yg berlebihan,
    kalau menurut saya sih kembali ke agama, nilai2 mana yang boleh mana yang tidak dalam hidup sudah cukup mengeremnya..

  5. Na’uzhubillahi min dzalik… Ya Allah lindungilah kami dan keturunan kami…
    Ngeri mbak… merusak imajinasi polos anak-anak dalam bersosialisasi.. dari yang tidak tau, tidak terpikir lalu dikasih tau, penasaran, mencoba akhirnya keblablasan…
    Dikampungku sini aja MBA bukan lagi sesuatu yang memalukan dan mencoreng nama keluarga.. nggak ada tindakan apapun dari penguasa adat karena takut dengan HAM… !!! 😦

  6. Kalau emang seperti isinya..
    Wow itu pendidikan jaman jahiliyah….
    Jika dunia barat mangadopsi pendidikan tersebut.. Wow lagi…. Kasihan kaum wanitanya…..
    Yang jelas dari isi agama sudah menyalahi… berat..
    Mksih infonya..

  7. mmhh udah pernah baca buku itu, dan ga kaget sih, kan pendidik barat dilihat dari perilaku dan kebiasaan, beda dong sama dimari yang lebih “terjaga”.. setidaknya kita sebagai orangtua mendidik anak lebih dulu sebelum sekolah kan..

    pernah daku chatting sama anaknya temen yang orang belanda, umur 13 tahun gitu, dan dia bilang sudah bercinta sama pacarnya.. halah.. dan mamanya tahu, jadi daku tanya dong sama si emak yang temen daku itu, anaknya emang begituan? baru juga esempe.. katanya udah biasa disana maaaaahhh.. *tepok jidat.. yang penting jangan sampe kena penyakit sekarang.. dilarang juga percuma, kudu tinggal di indonesia bukan di belanda gitu katanya..

    dimana bumi berpijak, disitu langit dijunjung.. ga usahlah omongin agama ato moral.. masih mending bercinta daripada merampok kan? ga ada yang rugi.. [ini omongan temen daku yang daku inget banget deh]

      • *pukpuk jangan pingsan dong..
        nih daku cerita lagi ya.. ada ponakan daku tinggal di jogya, waktu lebaran berapa tahun lalu, bilang ke mbahkung [babeku] gini: “mbah, aku udah tidurtiduran loh sama pacarku di rumah kalu ga ada mama”.. [pingsan beneran ga?]
        ternyata emang tidurtiduran dowang.. tapi sambil intip-intip “itunya” masingmasing.. ga lebih dari itu.. kawatir dah kita semua.. ajaran dari mana tuh.. umurnya baru 12 tahun saat itu.. sekarang udah sma lah..

  8. 😥
    di usia saya sekarang, sebenarnya sudah dari doeloe berniat menikah #lha?
    Akhir-akhir ini sering baca tntang pendidikan anak, termasuk pendidikan sex, jadi membuat saya berfikir ulang. Jadi merasa kuatir gimana nanti memndidik mereka

  9. Wow, marvelous blog layout! How long have you been blogging for? you make blogging look easy. The overall look of your site is fantastic, let alone the content!. Thanks For Your article about Pendidikan Sex ala Barat | Ika Koentjoro& .

  10. innalillahi wa innailaihi rojiun… yang kyk begini ini slalu bikin sy paranoid. sedihnyaaa… jangan sampe atas nama HAM trus ada penggede2 yang maksain ni sistem kesini yah mbak. naudzubillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s