Menjijikkan tapi Uenak

Kalian pernah melihat binatang yang satu ini kawan,

Belut segar

Ya, belut memang terlihat menjijikkan. Tapi siapa sangka, belut yang hidup di lumpur ini mengandung gizi yang cukup tinggi.

Sama seperti jenis ikan lainnya, daya cerna  protein  dalam  belut juga sangat tinggi. Cocok untuk dijadikan sumber protein bagi  semua kelompok  usia,  dari  bayi  hingga lansia.

Belut juga kaya akan zat besi,  jauh  lebih tinggi  dibandingkan  zat besi pada  telur dan daging. Selain itu belut  juga  kaya  akan fosfor, kandungan fosfornya dua kali lipat dibanding fosfor dalam telur.

Fosfor berfungsi sebagai  energi  dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat. Fosfor juga berfungsi sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, serta membantu penyerapan kalsium  yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Ibu hamil membutuhkan fosfor lebih tinggi, terutama  untuk  pembentukan tulang  janin.  Jika asupan fosfor  kurang,  janin  akan mengambil dari ibunya. Hal inilah yang menjadi salah  satu  penyebab tulang rapuh pada wanita lebih tinggi daripada pria.

Tingginya  kadar  asam glutamat dalam belut, membuat rasanya enak dan gurih walaupun dalam proses pematangan  tidak ditambahkan  penyedap  rasa (MSG). Seperti gambar dibawah ini.

Sambel belut pete

Cukup goreng belut, kemudian buat sambal dengan komposisi bawang putih, garam, cabe dan sedikit kencur. Lebih enak jika bahan-bahan sambal di goreng terlebih dahulu kecuali kencur. Setelah sambal dihaluskan, campur dengan belut sambil dipenyet. Rasanya…..Hmmm Mak Nyus 😀

Meskipun  memilik kandungan nilai gizi tinggi, lemak dalam belut juga cukup  tinggi lho. Kandungan lemak dalam belut mencapai  27  g per 100 g. Lebih tinggi dari lemak  dalam  telur  (11,5 g/100  g)  dan  daging  sapi (14,0 g/100 g). Kandungan lemak pada belut juga hampir  setara  dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g).

Jadi harus tetap berhati-hati jika ingin mengkonsumsi belut dalam jumlah lebih, terutama bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi.

Iklan

81 pemikiran pada “Menjijikkan tapi Uenak

  1. Terimakasih telah ngingetin kandungan kolesterolnya.
    Padahal gorengan belut ini adalah oleh-oleh khas dari Yogyakarta.
    Kalau pulang kampung istri, selalu dibawain itu dalam jumlah besar, buat dibagi-bagi ke tetangga dan teman-teman kantor.

  2. dan pertama kali makan belut goreng yah di delanggu ini hehehehehe enak lgsg makan dari pengorengannya walau awalnya gak suka dan emang jijik banget yah mba lihat pas hidupnya apalagi lihat darahnya pas disayat2 huaaaa trus gara2 teman dijejelin belut goreng eh jebul enak tapi gak suka sama kepalanya xixixixixi

      • Sudah tulis Pertamaaaaaaaxxx.. eh pas mau submit ora iso mbak Ika..trs mikirnya, apa dari HP..nah trs pindah lepi…eeh sami mawon.

        Ah biarin aja, sekarang khan Belutnya muncul 🙂
        Kalau nujuh bulanan, tradisi kolot jaman baretooo, ada acara Belut yg diturunin ngelewatin perut ya.. katanya biar melahirkannya lancar..:)

      • Saya juga kadang heran, diposts ditulis rilis jam 3 tapi baru bisa muncul sekitar jam 8 pa jam 9. Makanya saya suka bikin jamnya jam 1,2 dan 3 dengan harapan bisa muncul jam 10an.

        Wah, kalo tradisi yang gituan ndak tau mbak wie. Kalo di jawa mah kalo ndak salah pake kelapa. Tapi saya belum pernah lihat. Kebetulan budaya itu sudah jarang, yang masih banyak sich slametan.

  3. ini termasuk makanan yang paling sering ada di meja makan kalau drumah mbak…
    biasanya pake cabe hijau..digoreng…
    kata ibuku belut yang ukuran agak kecil rasanya lebih manis dan gurih 🙂

  4. wah, lama gak makan belut. semasa kecil dulu sering nyari di sawah sama teman-teman, kalau gak siang ya malam pake lampu petromak. sayang, kadang kalau kurang jeli bisa salah ambil dengan ular.hehehe…

  5. Saya belum pernah makan belut. Geli sih lihatnya….. soalnya dari kecil dulu besar di Papua, makanannya ya ikan saja, jadi tidak kenal belut. Saat besar pun, keluarga tidak biasa masak belut. Kecuali abang saya yang rajin mencicipi makanan di luar dan akhirnya kenal masakan belut, nah dia suka…. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s