Dimanakah letak kebahagiaan

Tertawa lepas_doc Google

Tertawa lepas_doc Google

Setelah memarkirkan mobil, Ira berjalan perlahan menuju café yang berada di sekitar bandara. Suaminya yang sedang berada di New York baru saja mengabarkan bahwa penerbangan delay selama dua jam karena cuaca yang tidak memungkinkan untuk terbang.

Suami Ira seorang pengusaha ekspor-impor yang sering berkelana ke Manca Negara. Sedangkan Ira sendiri memiliki kesibukan mengelola sebuah butik tas branded. Kali ini ia datang sendiri menjemput suaminya. Kebetulan hari ini hari Minggu, Lila anak semata wayangnya bermain ke rumah eyangnya.

Ira tersadar dari lamunannya setelah seorang cleaning service café menegurnya dan tersenyum hangat padanya. Ceaning service café itu seorang wanita paruh baya yang bekerja dengan senandung yang tak pernah henti dari bibirnya. Ira merasa iri dengan keceriaan yang dimilikinya.

Beberapa bulan ini Ira merasakan kehidupan yang dilaluinya terasa hambar. Sepertinya semua berjalan seperti robot. Entah karena jenuh dengan rutinitas yang ia lalui atau karena sebab lain.

Dilihatnya cleaning service tadi telah selesai mengerjakan tugasnya. Ira mendekatinya untuk menanyakan apakah ia bersedia menemaninya ngobrol sejenak.

Dari perkenalan singkat, diketahui ia bernama Narti. Hari ini Narti hanya piket pagi. Kebetulan setelah tugas paginya selesai ia tidak ada agenda lain, hingga Narti pun mengiyakan permintaan Ira.

“Apa yang membuat ibu sedemikian bahagai,” tanya Ira tanpa basa basi.

“Bahagia? Oh ya, saya selalu bahagia tapi tidak dengan tujuh tahun yang lalu.”

Kening Ira sedikit berkerut.

“Tujuh tahun lalu saya mengalami depresi hebat. Suami saya meninggal setelah bertahun-tahun bertahan dengan penyakit TBC akutnya,” Narti berhenti sejenak. Meneguk secangkir kopi yang dipesankan Ira.

“Tak berselang lama, anak laki-laki satu-satunya yang saya miliki meninggal dalam sebuah kecelakaan,” lanjutnya.

Ira mendengarkan penuturan Narti dengan seksama tanpa bermaksud bertanya ataupun memotong pembicaraan Narti. Ia membiarkan Narti bercerita hingga akhir.

“Saya merasa kehidupan saya hancur. Orang-orang yang saya cintaisatu persatu  pergi meninggalkan saya.”

“Hingga suatu malam yang dingin, saat saya berjalan tak tentu arah dan menangisi nasib saya. Saya menemukan seekor kucing kecil sedang mengais-ngais makanan ditempat sampah.”

“Kucing itu begitu kurus. Dan sedikit ada goresan dikakinya yang menyebabkan berjalan terpincang-pincang”  

“Entah kenapa hati kecil saya meminta saya untuk membawa pulang kucing malang tersebut.”

“Lalu, apa yang Anda lakukan dengan kucing malang  itu,” sela Ira

“Ia kurawat selayaknya anakku,” lanjut Narti

“Setelah beberapa hari hanya makan dan tidur, disuatu pagi yang cerah,  kucing melompat-lompat diatas tempat tidurku hingga membangunkan saya.”

“Melihat kucing itu sehat kembali, hati saya senang sekali. Seperti menemukan kebahagiaan yang sempat terenggut.”

“Kini, setiap akhir pekan saya selalu pergi ke panti jumbo. Membantu merawat mereka dan berharap kelak ketika saya bertambah tua, saya tidak sendiri.”

Pembicaraan mereka terhenti demi mendengar pemberitahuan dari pusat informasi bandara yang mengabarkan lima menit lagi pesawat Garuda dari New York segera landing.

Dengan sedikit tergesa Ira berpamitan pada Narti setelah menyelesaikan pembayaran di kasir. Tak lupa Ira mengucapka terimakasih pada Narti karena sudi menemaninya berbincang pagi itu.

sssssss

Meaningful Live is Giving   

Kebahagian itu tatkala kita bisa memberi. Tak selalu berupa materi. Mungkin senyum terindah yang kita miliki. Ataupun telinga yang mau menampung segala keluh kesah sahabat kita.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

36 pemikiran pada “Dimanakah letak kebahagiaan

  1. Suka banget dengan postingan ini Mbak…

    Kebahagiaan letaknya di dalam hati yang selalu ikhlas dan bersyukur, mudah di ucapkan…tapi harus terus mencoba untuk di tindak lanjuti… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s