Sulitnya Beristiqomah

Penyuluhan KRPL di KWT Gemah Ripah

Penyuluhan KRPL di KWT Gemah Ripah

Jum’at 10 Januari kemarin karena sesuatu hal saya harus menginap di Jogja. Seperti biasa, saya lebih nyaman menginap ditempat adik perempuan saya.

Kebetulan malam itu rumah adik saya ketempatan berkumpulnya para bapak yang akan bertugas ronda. Singkat cerita, sambil menemani adik saya menyiapkan makanan untuk camilan ronda saya menonton Kick Andy di Metro TV.

Andy F Noya sedang mengupas tiga wanita luar biasa yang mampu berperan aktif dimasyarakat. Dari ketiga wanita luar biasa tersebut saya terkesan dengan Masnu’ah dan Elena Khusnul Rahmawati.

Masnu’ah yang hanya lulusan SD ini mampu meningkatkan penghasilan dan taraf hidup istri nelayan di Desa Morodemak Rembang Jawa Tengah. Koperasi Kelompok Puspita Bahari yang ia dirikan menjadi sarana pelatihan dan pemberdayaan istri nelayan dengan mengolah hasil tangkapan nelayan agar bernilai jual tinggi. Selain itu, koperasi ini juga melayani tabungan yang disetorkan setiap pekan. Setiap hari minggu Masnu’ah berkeliling desa dengan menggunakan sepeda untuk mengambil tabungan dari para istri nelayan. Dan yang luar biasa lagi, Masnu’ah juga aktif di LBH. Ia melakukan pendampingan pada istri nelayan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Elena Khusnul Rahmawati, wanita berusia 43 tahun ini mampu menggerakkan masyarakat di Desa Sajang Lombok NTB untuk bergotong royong memasang pipa air sejauh 25 km. Desa Sajang berada dikaki bukit Gunung Rinjani mengalami krisis air selama bertahun-tahun. Sebuah ironi yang membuat nurani Elena tergerak. Tidak hanya memberi arahan, Elena bahkan turun langsung ke lapangan, naik ke gunung Rinjani untuk memastikan keberadaan mata air. Sedikit tercekat saya melihat betapa heroiknya Elena. Kekuatan apa yang ada dalam dirinya hingga mampu menggerakkan 4 desa membangun tempat penampungan air dengan dana swadaya masyarakat. Masnu’ah dan Elena merupakan contoh nyata keberhasilan sebuah keistiqomahan.

Kunjungan Dinas Ketahanan Pangan ke KWT Ngudi Rejeki

Kunjungan Dinas Ketahanan Pangan ke KWT Ngudi Rejeki

Terbayang 4 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang saya bentuk terbengkalai karena saya sibuk mengurusi keperluan saya sendiri. Betapa egoisnya saya meninggalkan mereka dengan alasan sibuk mengurus anak yang bersekolah diluar kota dan sibuk mengurus usaha.

Teringat kata-kata bu Wiwik mentor saya ketika saya mengemukakan masalah saya ini. Bu Wiwik berpesan,” Ingat ukhti, Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu).” *

Teringat sebuah ayat,”Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, merekalah itu yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam jannah).” (QS. Saba’: 34-37)

Bismillah, Allahu Akbar, saatnya bergerak. Air yang tenang menjadi sumber penyakit.

 A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

*Mengutip QS. At-Taghaabun:15

Iklan

23 pemikiran pada “Sulitnya Beristiqomah

  1. syarat penutup atas segala faktor sukses kayaknya emang yg satu itu… disciplin alias istiqomah.
    but saya masih istiqomah jadi pegawai mulu.. hiks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s