Pengusaha Cilik

Hari jum’at adalah hari yang selalu ditunggu-tunggu anak saya. Setidaknya ada tiga alasan mengapa ia begitu mencintai hari tersebut. Alasan pertama, hari itu saya menjemputnya untuk pulang ke Purworejo. Setelah 5 hari jauh dari orang-orang yang dicintainya, saat pulang ke rumah pastinya merupakan saat yang sangat dirindukannya.

Alasan kedua, hari itu juga ia mengikuti les robot. Bisa membuat robot merupakan impiannya sejak dulu. Ia terinspirasi film transformer.

Dan alasan yang ketiga ialah pada hari itu di sekolahnya diadakan kegiatan market day. Siswa yang berminat untuk berjualan disediakan lapak untuk berjualan. Dan itu pertanda tambahan uang jajan untuknya. Ya, untuk sementara ini saya tidak meminta kembali uang hasil dagangannya. Saya hanya mengingatkan padanya untuk menabung uang yang ia dapat. Sedangkan barang yang tidak laku dibagi pada teman atau siapa saja yang membutuhkan.

Paling tidak ada dua hal positif dari keputusan saya tersebut. Pertama, ia merasakan bahwa berdagang itu menyenangkan. Baginya menyenangkan karena dengan cara itu ia akan mendapatkan uang banyak yang bisa ia gunakan untuk jajan dan sedikit untuk menabung.

Tidak hanya anak, kita pun sebagai orang dewasa akan lebih bergairah jika pekerjaan yang kita kerjakan sesuai dengan passion kita. Dalam berbisnis pun passion memegang peranan penting. Ketika kita berbisnis sesuai dengan kegemaran atau hobi kita, semua menjadi menyenangkan. Ya, cinta menjadikan apapun terasa indah πŸ˜€

Hal positif kedua, anak saya lebih memahami barang-barang yang dimininati teman-temannya. Ya, jika barang yang ia jual tidak laku itu artinya ia tidak mendapatkan tambahan uang saku. Jadi ia belajar mengamati produk apa saja yang laku dijual di β€œpasar”nya.

Jika biasanya saya hanya kulakan (belanja-pen bahasa jawa) barang yang akan dia jual, khusus jum’at kemarin kami membuatnya sendiri. Kebetulan hari kamis tanggal merah, hingga kami memiliki waktu membuat sesuatu untuk dijual keesokkan harinya.

Seperti rencana yang telah kami buat beberapa hari sebelumnya, kamis malam kami akan membuat jus jambu. Dari awal hinggai akhir proses produksi, saya hanya mengarahkan saja. Membiarkannya berkreasi dan merasakan bagaimana membuat sebuah produk. Dan inilah aksinya.

aku

Selamat berjuang pengusaha kecilku. Jadilah pengusaha yang selalu memberi kemanfaatan dan menginspirasi orang lainΒ  πŸ™‚

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

37 pemikiran pada “Pengusaha Cilik

  1. Bener mbak, bekerja sesuai passion sunguh menyenangkan, jadi kayak lagi menikmati hobi
    Jadi inget mbak, dulu waktu SD juga ada kegiatan jualan begitumbak, ganti

  2. Ingin juga ngajarin anak-anak seperti itu mbak… tapi kok disini orang masih mandang rendah ya…. malah ada yang bilang ” kayak kekurangan duit aja, sampai anak-anak disuruh jualan…” akhirnya.. anak-anakku nggak mau lagi … 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s