Kepercayaan yang Terkoyak

salaman

doc. Google

Akhir-akhir ini saya sering menemukan tulisan teman-teman blogger dengan berbagai judul yang bernada kesal pada si Pepi. Jujur, sebenernya saya juga belum tahu siapa sebenernya si Miss P tersebut. Tapi setelah saya membaca postingan panjang lebar bak laporan investigasi milik mas Dani Kurniawan tentang Miss P, saya jadi ikut dongkol juga dengan ulahnya.

Bener-bener Miss P menggunakan slogan ”Dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya” dalam menjalankan usahanya. Bisnis tipu-tipu atau penipuan berkedok bisnis πŸ˜€

Padahal TRUST atau kepercayaan merupakan jantung dari sebuah bisnis. Jika hal itu hilang, maka tamatlah riwayat usaha kita.

Jangankan menipu, sebuah perusahaan yang terindikasi gagal bayar utang pun sudah mampu membuat kinerjanya goyah. Walaupun hal itu terkadang hanya sebuah isu, tapi pada kenyataanya ini merupakan pukulan telak. Bisa dipastikan suplayer bersiap-siap angkat kaki dari perusahaan kita. Lebih repot lagi bila perusahaan sudah listing di bursa efek, bisa dipastikan harga sahamnya akan terkoreksi bahkan kadang β€œterjun bebas”. Dan berita seperti itu cepat sekali menyebar bak percikan api di rumput kering karena banyak kepentingan didalamnya.

Berbicara masalah kepercayaan tentu tak lepas dari integritas dan kinerja sebuah usaha atau perusahaan. Jika perusahaan memiliki track record baik, bisa dipastikan investor dan kreditor yang akan mencari kita. Dari pengalaman saya, tercatat beberapa bank menawari saya fasilitas kredit dengan bunga ringan dan proses yang tidak bertele-tele demi melihat progress usaha saya. Perlu diingat, bukan berarti karena kemudahan itu lantas tanpa berpikir panjang kita ambil. Next time kita bicarakan hal ini.

Tadi pagi sambil menyiapkan pekerjaan untuk hari ini, suami saya bercerita bahwa kemarin sore waktu di angkringan *kebiasaan suami saya yang dibawa dari kuliah dulu* bertemu dengan seorang bapak yang kebetulan rumahnya persis berada didepan rumah pelanggan saya.

Si bapak bertanya pada suami saya apakah suami saya benar-benar pemilik perusahaan yang sering mengirim barang pada tetangganya itu. Tanpa dinyana tanpa diduga si bapak memaksa untuk berinvestasi dalam usaha kami. Dan dengan terpaksa suami saya menolaknya karena untuk sementara waktu kami lebih nyaman untuk bergerak sendiri tanpa disetir siapapun.

So, intregritas dan kinerja yang baik merupakan kunci dan harga mati yang musti kita miliki jika kita menginginkan kreditor dan investor mencari kita.

Salam sukses πŸ™‚

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

38 pemikiran pada “Kepercayaan yang Terkoyak

  1. Tapi kayak nya miss p uda keputus urat malunya mba,,, nyatanya waktu dia menulis yang terakhir (setelah kasus ini terungkap) tentang “terima kasih” panjang lebar tp g menjelaskan apa2. Dan lagi2 kolom komentar di prifat…

  2. Sulit menjaga kepercayaan itu ya….

    matur nuwun mbak Ika..soal tiu menipu mah, teteh pernah ketipu jugaaa…. percayaaa saja..,,yaaa..jadi pelajaran berharga buat teteh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s