Plan, Schedule, Execute

Plan, Schedule, execute adalah resep sukses Ollie atau Aulia Halimatussadiah, seorang entrepreneur, penulis dan fashion designer muda  yang ia tuangkan dalam bukunya yang berjudul Yes, You Can!

Ada orang yang terjebak dalam kotak plan. Memiliki rencana yang indah akan tetapi hanya berhenti sampai dalam perencanaan alias hanya bermimpi saja. Punya banyak rencana tetapi tidak segera direalisasikan dengan berbagai dalih.

doc. google

doc. google

Tetapi ada sebagian orang yang tidak mempunyai rencana sama sekali.

Flow like water katanya. Pokoknya ngikut aja kemana alur kehidupan ini membawa langkah kakinya.

What’s wrong?

Kedua pendapat diatas musti kita coret jika kita ingin meraih sebuah kesuksesan.

Kelompok pertama merupakan kelompok pemimpi yang hanya berhenti pada angan-angan.

Sementara kelompok yang satunya tidak punya tujuan. Ini satu pesan yang saya tangkap dari buku Yes, You Can!

Lalu bagaimana agar tidak terjebak dalam dua kelompok ekstrim?

List your goals

Tulislah apa saja yang ingin kita capai selama 5 tahun ke depan. Buatlah step-step yang jelas dan terarah.

Ambil contoh jika kita ingin pergi ke Jakarta, kita harus tahu jalan mana saja yang harus kita lewati agar tujuan kita tercapai.

Setelah tahu rutenya, kita harus menentukan kendaraan jenis apa yang akan kita pakai. Mobilkah, bis ataupun kereta. Semua tergantung kemampuan yang kita miliki. Mau yang fasilitas ekonomi, bisnis atau eksekutif.

Say Yes to Opportunities

Ada sebuah kata bijak yang berbunyi,”Kesempatan tidak datang dua kali.” Manfaatkan setiap kesempatan yang datang. Tidak perlu bertele-tele dan berfikir ini itu terlalu lama. Jika itu sesuai dengan impian ataupun passion kita ya langsung Execute alias take action.

Ada sebuah cerita dibuku ini yang membuat saya terkesan. Suatu ketika Ollie menaiki commuter untuk bertemu koleganya dari negara tetangga. Dalam perjalanan, saat commuter yang ditumpanginya sampai di stasiun Manggarai, commuter tersebut mengalami kerusakkan hingga harus berhenti beberapa saat lamanya dan jika menunggu commuter selesai diperbaiki otomatis ia akan terlambat.

Bukan marah dan ngedumel seperti lazimnya kita saat menghadapi situasi seperti ini. Yang terpikirkan dalam benak Ollie ialah apa solusinya untuk saya.

Setelah mendapat informasi dari petugas untuk melanjutkan perjalanan ia harus pindah ke kereta jalur 3, ia pun segera pindah ke kereta tersebut dan 2 menit kemudian kereta berjalan.

Ia tetap bisa datang on time, tetap happy dan mood tidak rusak.

Berfikir solusi dan segera bertindak itulah inti cerita diatas.

Ditulis dengan bahasa yang ringan menjadikan buku ini bacaan yang bisa menjadi teman perjalanan ataupun teman disaat menunggu seseorang ataupun sesuatu.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

43 pemikiran pada “Plan, Schedule, Execute

  1. betul itu mbak… plan, schedule and execute!
    kita harus merencanakannya sebaik mungkin, menjadwalkannya juga dan so pasti, melaksanakannya. tahap execute emang paling susah, karena orang cenderung susah untuk mengambil langkah awal.. tapi jika udah mengambil langkah, niscaya langkah berikutnya akan lebih mudah 😀

    setidaknya, itu yang bisa saya simpulkan dari yg saya pelajari selama ini 🙂

    mari berjuang!! 😀

  2. ya tulisan-tulisan kayak begini yang sedang saya butuhkan sekarang. terima kasih mbakyu atas pencerahannya. bagi saya ini bermanfaat, semoga mbakyu rejekinya tambah lancar, dan dikasih kesehatan sekeluarga 😀

  3. Sebagai muslim seharusnya hal tersebut sudah menjadi keseharian.
    Berdoa dan berzikir..
    Berencana..
    Bertindak…
    Serahkan kepada yang diatas…

    Jadilah ia muslim yang taqwa.. Itulah kelebihan seseorang di mata Allah…
    Insya Allah kita semua secara bertahap akan menuju itu.. Aamiin.

  4. Aku mulai dari yg sederhana, mbak. Bikin skedul harian, tulis di buku catatan apa saja yg harus dikerjakan hari ini, biasanya ada 8 -10 poin. Sorenya dicek lagi listnya, tugas apa saja yg sudah selesai dan apa yg belum.
    Sore itu juga nulis rencana untuk besok pagi mau ngapain, tugas yg belum selesai hari ini jadi PR dan dimasukkan lagi untuk skedul besoknya.

  5. iya mbak… kesempatan tak akan terulang 2 kali. Menggunakan sebaik-baiknya waktu, ketika moment terbaik itu menghampiri kita, karena moment itu bisa lenyap tanpa bekas kalau kita menyia-nyiakannya

  6. Wah… ini evaluasi juga bagi saya… yang masih terlalu banyak setengah-setengah. Rencana udah ada, tapi nggak pernah dijalanin.. dan kadang ngelakuin sesuatu tanpa rencana, sekedar go with the flow aja..
    Makasih masukannya, mbak 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s