Hermes

Berinvestasi dalam bentuk emas atau property? Ah, itu sich biasa. Mau coba investasi yang tidak biasa? Ya, cobalah berinvestasi pada sebuah tas.

Tas???

Hmm, mungkin sebagian dari teman-teman bloger tidak percaya jika sebuah tas bisa dijadikan investasi.

doc. google

doc. google

Baru-baru ini, tas Birkin Hermes dengan sentuhan berlian serta emas putih 18 karat laku dilelang seharga 200 ribu dolas AS, setara hampir 2 milyar rupiah.

Padahal sebelumnya tas tersebut ditaksir hanya laku senilai 80 ribu dollar AS atau setara 800 juta rupiah.

Crocodile Birkin Bag tersebut awalnya milik seorang wanita asal Florida yang ia beli pada tahun 2006 yang kemudian ia jual pada seorang wanita asal Dallas yang identitasnya tidak mau dipublikasikan dalam sebuah lelang.

Selain karena prestisenya, tas-tas super mewah biasanya berbahan baku kualitas tinggi sehingga bisa digunakan hingga berpuluh-puluh tahun.

Jika teman-teman berniat berinvestasi pada sebuah tas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  • Pilihlah tas yang terbuat dari bahan kulit. Semakin eksotik bahan yang dipakai, maka nilai jual kembali semakin melambung. Contohnya tas dengan bahan kulit buaya dan kulit burung unta.
  • Pilih tas yang bernilai diatas Rp 5 jutaan yang tidak mengalami menyusut secara drastic. Beberapa tas seperti merk Gucci nilainya cenderung turun. Gucci yang dibeli lima tahun lalu seharga Rp 15 juta, biasanya kini hanya laku terjual senilai Rp 5 juta. Tas merk Hermes dan Chanel dari bahan kulit merupakan tas yang tepat untuk berinvestasi. Nilainya tidak pernah turun, bahkan cenderung naik.

Sebelum berinvestasi dalam bentuk barang mewah seperti tas, pikirkan dulu hal-hal berikut ini diantaranya, cashflow kita wajib memiliki nilai positif ini berarti alur keuangan kita harus lancar. Disamping itu, juga harus memenuhi dana darurat dan terlindung oleh asuransi. Hal ini penting mengingat barang mewah biasanya berbiaya mahal dan tidak selalu segera laku terjual.

Persyaratan lain yang tidak kalah penting ialah tidak memiliki utang konsumtif serta memiliki rasio investasi seimbang antara kategori liquid dan non likuid.

Siap berinvestasi pada tas Hermes?

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

75 pemikiran pada “Hermes

  1. punya gucci dikasih, dan iya tasnya agak bluwek..
    kalu hermes dan ada jaminan awet dari hermesnya bukan? kalu robek aja kudu dikirim kesana dibetulin.. dan stoknya juga terbatas kan.. unlimited gitu.. semua dikerjakan dengan tangan..

  2. Jangan pesimis dulu, kawan-kawan.
    Kalo gak punya duit, bisa dicoba pake sistim BODOL (Berani Optimis Duit Orang Lain).

    Begini:
    Berbekal kemudahan akses link ke banyak kolektor (gugling untuk dapat alamatnya), miliki kartu nama, bina relationship.
    Bikin proposal, tawarkan ke para investor untuk mengkoleksi tas ori bukan KW, setelah tas dibeli (menggunakan uang dari para investor), kemudian tas tersebut disimpan di Save Deposit Box, jangan lupa bikin NDA (Non-Disclosure Agreement).
    Kemudian aktiflah bergerak, gali info tentang lelang (kalo perlu sampai ke balai lelang Christie) atau berburu kolektor yg mau membeli dg harga mahal. Bila sudah terjual sebesar ratusan kali lipat, maka duit yg didapat silakan dibagi secara merata kepada semua investor sesuai nilai investasinya. Anda sendiri juga mendapatkan sekian puluh persen atas jasa pengelolaan investasi.

  3. aduuuuh sampek mil mil-an gitu…. sementara mampunya masih atusan mbak. itupun klo ga rusak yah gak ganti ganti.
    invest apa yah, lawong uange gak lama mapirnya xixixi…

  4. berbahan baku kualitas tinggi sehingga bisa digunakan hingga berpuluh-puluh tahun …

    Sementara sifat dari Tas itu adalah … selalu up dated mengikuti mode …

    ini seni tersendiri nih … untuk mengkoleksinya … perlu kesabaran …
    di sertai harapan … semoga mode tahun 80 an akan berulang kembali pada tahun 2000 an … dan seterusnya sehingga Tas tersebut masih bisa terus dipakai.

    salam saya Bu Ika

  5. aku beli tas 50ribuan aja deh. Kalo setahun dipake rusak ya tinggal ganti, hihi. drpd beli herpes eh hermes tp cm mampu beli 1….. eeeeeh itu jg klo mampu beli siiiiih, hahaha….

  6. When I first saw this title Hermes | Ika Koentjoro& on google I just whent and bookmark it. This is getting a bit more subjective, but I much prefer the Zune Marketplace. The interface is colorful, has more flair, and some cool features like Mixview’ that let you quickly see related albums, songs, or other users related to what you’re listening to. Clicking on one of those will center on that item, and another set of “neighbors” will come into view, allowing you to navigate around exploring by similar artists, songs, or users. Speaking of users, the Zune “Social” is also great fun, letting you find others with shared tastes and becoming friends with them. You then can listen to a playlist created based on an amalgamation of what all your friends are listening to, which is also enjoyable. Those concerned with privacy will be relieved to know you can prevent the public from seeing your personal listening habits if you so choose.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s