Seneng ki larang regane

Senin kemarin bu Ngadimin, istri kepala lingkungan kampung mengantarkan undangan pertemuan rutin Tim Penggerak PKK Kelurahan pada hari rabu tanggal 27 Februari kemarin. Ya, saya termasuk dalam anggota POKJA II yang membidangi pelatihan dan ketrampilan.

Dan kemarin dengan sedikit tergopoh-gopoh saya mendatangi pertemuan itu. Sedikit tergopoh-gopoh karena jadwal berbenturan dengan acara yang lain.

Pkk1

Latihan membuat bunga dari bahan bekas

Kebahagian yang tak ternilai

Suatu ketika dengan sedikit memohon ibu saya meminta saya untuk mengurangi aktivitas kemasyarakatan saya demi berkonsentrasi pada usaha peninggalan ayah dan lebih lagi agar saya lebih berkonsentrasi pada pemulihan bisnis saya yang sempat carut marut gara-gara ditipu salah seorang sahabat karib.

Waktu itu, dua kali dalam seminggu saya harus merelakan waktu yang saya miliki untuk mengisi pengajian ibu-ibu didua perumahan yang berbeda. Belum lagi jadwal pengajian bulanan disalah satu dusun. Disamping itu, saya masih harus mendampingi pembentukan 4 Kelompok Wanita Tani di empat desa. Wajar bila waktu saya banyak tersita pada kegiatan kemasyarakatan.

Capek sudah barang tentu. Korban waktu, tenaga dan financial itu pasti. Tapi entah mengapa saya merasa bahagia. Bahkan ibu saya sempat berucap,”Ka, kamu itu diantara saudaramu paling banyak memiliki masalah, tapi kok saya lihat kamu yang paling bahagia diantara semuanya.”

Apa rahasianya?

Rahasianya ialah doa-doa yang dipanjatkan para ibu-ibu pengajian dan ibu-ibu anggota KWT.

Ketika saya berhalangan hadir karena sedang tidak enak badan, biasanya mereka berkata,”Mudah-mudahan cepat sembuh ya bu biar kita bisa bertemu lagi pekan depan dengan ibu.”

Ataupun ketika suatu saat saya mendapatkan masalah yang pelik sehingga tidak bisa hadir dalam pertemuan itu, mereka berkata,”Mudah-mudahan segera diberi jalan keluar sehingga kita bisa berkumpul lagi pekan depan ya bu.”

Tak mungkin saya menukar doa-doa mereka dengan keegoisan saya meninggalkan mereka dan lebih sibuk dengan urusan pribadi yang tiada habisnya. Terlalu mahal rasanya.

Doa yang membumbung tinggi diangkasa dan jatuh tepat ketika saya membutuhkannya.

Seperti tertuang dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, Dari Abu Hurairah ra,  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akanmenutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.

Saatnya untuk berbagi dengan sesama. Tak selalu berupa materi karena bisa jadi yang mereka perlukan telinga kita untuk mendengarkan keluh kesahnya ataupun perhatian dari kita.

Salam hangat dari saya,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

43 pemikiran pada “Seneng ki larang regane

  1. Salah satu kebahagiaan hakiki adalah saat kita bisa berbagi tentang hal apa saja, bukan hanya soal materi..

    Doa semua orang belum tentu di kabulkan olehNya, tapi setidaknya dengan doa orang banyak, tentu lebih banyak yang akan dipilih oleh اللّهُ SWt..untuk dikabulkan. Subhanallah.

    Semoga selalu bahagia ya Mbak Ika… 🙂

  2. Semangatku jd merah membara setelah baca tulisan mbak Ika ini!!
    Kadang aku malu pd mrk yg ttp berusaha meski dlm keterbatasan, sedangkan aku hendak menyerah bahkan tanpa alasan 😦

  3. bahagia itu seperti rembulan deket
    orang yang ndak tahu menggapainya dengan memanjat pohon
    ataupun menunggangi apolo ingin menjangkau
    padahal menikmati keindahannya rembulan
    bukan dengan menjakaunya,
    ya nikmati saja lembutnya cahaya
    pendar kilaunya diriak air
    atau efek celoteh bocah yang bermain di pelataran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s