Blogger dan Kebiasaan Membaca

Perlukah seorang blogger memiliki kebiasaan membaca?

Perlu dan tidaknya tentunya tergantung dari tujuan yang ingin diraih si blogger dari kegiatan ngeblognya. Jika ngeblog dipakai sebagai sarana latihan menulis tentunya referensi untuk mendukung tulisannya sangat diperlukan. Itu berarti membaca buku perlu ia lakukan.

Perlu atau tidaknya blog yang berisi curhat-curhatan atau bercerita tentang kehidupannya sehari-hari memiliki kebiasaan membaca juga tergantung dari sutradara yang mengarahkannya. Jika cerita sehari-hari atau curhatan dipakai sebagai penguat tulisannya, hemat saya si blogger juga perlu memiliki kegemaran membaca untuk menambah wawasannya.

Sebuah contoh ketika kita ingin mengupas sebuah iklan oreo yang berjudul “Hp atau oreo” tulisan kita akan lebih “menggigit” jika kita mampu mengupas lebih dalam dari sisi psikis ataupun nilai ekonominya. Ini artinya si blogger harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang ilmu psikologi ataupun tentang pemasaran.

Terlepas dari kegiatan ngeblog, sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa dipetik dari kebiasaan membaca yang kita lakukan.

Pertama, meningkatkan memori. Membaca merupakan salah satu cara mengasah otak agar tidak cepat tumpul. Membaca dan menulis merupakan cara yang tepat agar otak tidak cepat pikun. Berbeda ketika kita menonton, tatkala membaca otak dipaksa untuk bekerja memahami dan merekam kata perkata. Daya perekaman kata ini penting terutama ketika kita harus membaca cepat tulisan di blog lain agar komentar yang kita tinggalkan nyambung dengan isi tulisan.

Kedua, membaca mampu mengurangi kebosanan dalam menunggu. Ya, membaca merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan kejenuhan ketika kita sedang menunggu. Dan sangat mungkin kita mendapat ide untuk menulis dari apa yang kita baca.

Ketiga, aktivitas membaca juga bisa menjadi sarana kita mempelajari berbagai model kalimat. Seperti contoh dua buku dibawah ini.

Blogger dan membaca

Kedua buku ini dikarang oleh pengarang yang sama. Endingnya sama-sama sulit ditebak. Ini ciri khas dari penulis yang satu ini. Tetapi jika dicermati, kedua buku ini menggunakan gaya bahasa yang berbeda.

Setelah saya cermati, perbedaan gaya bahasa pada kedua buku diatas terjadi lantaran keduanya diterbitkan oleh dua penerbit yang berbeda. Buku sebelah kiri diterbitkan oleh penerbit Gramedia sedangkan yang disebelah kanan diterbitkan oleh Republika.

Bagi blogger yang mempunya impian untuk menulis buku, pemahaman tentang penerbit perlu dimiliki untuk menentukan penerbit mana yang editornya pas dengan gaya bahasa tulisan kita.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

83 pemikiran pada “Blogger dan Kebiasaan Membaca

  1. Menurut saya, inti dari menulis adalah membaca. Tanpa membaca sepertinya susah untuk menulis yah ? Membaca dan menulis adalah gaya hidup.

    Seorang sahabat pernah berucap, “penulis yang baik selalu orang yang rakus membaca”.

  2. pemahaman tentang penerbit perlu dimiliki untuk menentukan penerbit mana yang editornya pas dengan gaya bahasa tulisan kita.

    Ini point yang harus saya perhatikan jk iingin menerbitkan buku ya

    • Iya, dalam buku Man Shobaro Dzafiro ada dihalaman tertentu ditemukan tulisan “Alhamdulillah, puji tuhan” saat saya lihat penerbitnya cuman bisa berkata “oh, pantes”. Ini satu cerita yang mungkin bisa jadi masukkan kamu.

  3. Blogger dengan tulisannnya itu sudah menempatkan diri bersikap sebagai Leader. Karena Leader adalah beropini.
    Dan faktanya, the Real Leaders are Readers.
    Maka, membaca adalah hukumnya mutlak 🙂

  4. mungkin bagi sbagian orang bacaan sudah seperti santapan 3 kali sehari + pencuci mulut (sajak,puisi,syair) klo lg iseng ngemil snack (komik,cerpen)
    selera sifatnya personal sih. salam kenal

  5. Waw ulasannya mendalam sekali 🙂

    Saya sebagai blogger yang ga punya hobi membaca buku merasa perlu deh ya kayanya hehehe, kalo web atau berita onlen atau blog sih demen bacainnya 🙂

  6. yang jelas blogger yg suka baca ketahuan koq dalam isi-isi tulisannya. yah kyak mbak ika ini. ada ‘ilmu’ dalam tulisan njenengan. gitoooo….
    *merenung, dah jarang baca buku. cuman berita di inet

  7. Pembendaharaan kata jadi banyak,…. perbandingan tulisan kita makin terlihat biasanya kalau sudah baca bagus sedikit banyaknya suka ada instalasi tulisan yang lebih bagus ^^

  8. saya sebagai blogger yang menceritakan kejadian sehari-hari sebagai penguat mesti harus memperbanyak membaca buku lagi ternyata 🙂

  9. kebanyakan yang nulis blog kog gejegeje ya padahal ngaku banyak membaca.. itu aja proses kali ya..
    eh ya terus terang, daku ga gitu suka tereliye padahal sudah baca semua bukunya, baca dowang, daku udah bosen aja baca buku yang inspirational.. pengennya baca biografi aja.. lebih “nyata”.. ini mah soal selera kali ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s