Star of the Week

Star of the week

Star of the week

Sejak anak saya yang pertama bersekolah di Jogja, hampir setiap hari saya menelponnya untuk mengetahui sampai dimana perkembangannya. Selain itu, hal ini saya lakukan untuk menjaga kedekatan antara saya dan dia walaupun kami berjauhan.

Tidak seperti biasanya, senin sore tanggal 11 Maret kemarin ketika saya menelponnya, ia terlihat ceria. Usut punya usut, ternyata keceriaannya disebabkan karena ia merupakan star of the week yang mewakili kelasnya minggu ini.

Dan ketika saya bertanya kapada wali kelasnya, atas dasar apa anak saya mendapatkan star untuk minggu ini, ternyata ia sudah mampu melaksanakan shalat 5 waktu dan termasuk anak yang sabar. Ketika ia dinakali temannya, ia cepat sekali bisa memaafkan.

Sederhana tapi efeknya luar biasa. Menghargai anak tidak hanya karena ia berprestasi secara akademik semata. Seperti contoh beberapa waktu lalu, Harsya teman anak saya ia mendapatkan star karena mampu menyelesaikan tugas kelas sendiri tanpa dibimbing guru. Walaupun pada kenyataannya, nilai yang didapatkan Harsya tidak sempurna alias bukan nilai 10. Tapi tanpa disadari, star itu menumbuhkan kemandirian Harsya dan kepercayaan dirinya.

Entah mengapa, saya kemudian berfikir betapa beruntungnya anak saya bisa bersekolah disekolah yang membangun karakternya. Sekolah yang lebih menghargai proses daripada hasil. Ya, sekolah ini memang sekolah rintisan Rahman Sudiyo PhD, guru besar Fakultas teknik UGM untuk merubah pendidikan di Indonesia. Sebuah idealism besar sedang ia tanam di sekolah ini.

Mudah-mudahan cita-cita Rahman Sudiro PhD bisa terwujud sehingga akan banyak anak-anak Indonesia lainnya yang menikmati betapa sekolah itu menyenangkan. Sekolah bukan sebagai beban tapi tanggungjawab yang kesadarannya tumbuh dari masing-masing anak.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

54 pemikiran pada “Star of the Week

  1. Betapa beda keadaannya kalau sekolah betul-betul jadi kegiatan yang menyenangkan bagi tiap orang ya Mbak. Pasti akan lebih banyak lagi orang pintar dan berpikiran maju di negeri ini

  2. mudah mudahan yang di bangun pak rahman dapat menular ke yang lain.

    sangat beruntung sekali anak mbak ika dapat pendidikan dr keluarga dan sekolah yg mementingkan proses. semoga kelak dapat digunakan di masyarakatnya.

  3. Apakah ada byk sekolah spt di atas di sekitar sana mbak ?

    btw, sudah siap kah mbak buat jadwal hari senin besok ? πŸ™‚

  4. hmm .. kok jam di blog ini masih jam setengah delapan malam tgl 16 Maret ya mbak, bukannya di tanah air sana sdh hari minggu ? πŸ™„

  5. meski dulu di SD saya tak mendapatkan pendidikan berkarakter, tapi di rumah saya mendapatkan jauh lebih baik..karena ibu dan ayah adalah guru peradaban bagi saya… keren mbak mencarikan sekolah yang terbaik untuk si buah hati πŸ™‚

  6. eh…teh nya sudah dingin…tapi saya juga bingung koq masih tanggl 16 maret dan jam 11.42 pm lagi..disana masih malam kali ya mbak..he..he..bingung sendiri

  7. sistem pendidikan di indonesia memang harus ada perubahan, jangan standar nilai melulu yang dilihat, si A ranking berapa, si B gak naek kelas atau yang lain sebagainya, toh sekolah itu untuk ilmu dan karakter kan yak πŸ™‚

  8. sama tuh sekolah ponakan daku juga kaya gitu.. bangkitnya rasa pede anak dengan memberi penghargaan dan tepuk pundak juga pujian yang pantas ga berlebihan.. rasanya ikut bangga juga ya.. ga penting nilai sih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s