Inspiring Teacher dari Swedia

Rahman Sudiro PhD beserta tamu dari Swedia

Rahman Sudiro PhD beserta tamu dari Swedia

Parent School kali ini lebih special dibanding biasanya karena pembicara merupakan kepala daerah, kepala sekolah dan guru-guru dari Swedia. Mereka datang atas biaya Pemerintah Swedia sepenuhnya untuk berbagi tentang bagaimana system pendidikan dan sarana prasarana pendukung pendidikan yang diterapkan di Swedia.

Sesuatu yang perlu digali dari pemaparan mereka ialah bagaimana membentuk anak yang memiliki tanggungjawab belajar. Di Swedia, tanggungjawab belajar ada dipundak siswa sepenuhnya. Artinya orang tua tidak perlu memaksa anak-anak untuk belajar. Mereka sudah memiliki kemauan dan kesadaran belajar sendiri.

Setiap awal semester murid didampingi orang tua dan guru membuat IUP, sebuah singkatan dalam bahasa Swedia yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan sebutan Rencana Pertumbuhan Individual. Kalau ingat kuliah dulu, semacam bimbingan dari dosen untuk menentukan mata kuliah apa yang akan diambil disemester tersebut.

Mungkin inilah sebabnya mengapa anak-anak disana memiliki semangat belajar yang tinggi. Salah satunya karena mata pelajaran yang mereka pelajari merupakan mata pelajaran yang mereka inginkan.

Mrs Daniella, Kepala Sekolah Osterodskolen juga mengungkapkan bahwa setiap hari Jum’at ada sesi dimana anak diminta untuk mengungkapkan ketidak nyamanan yang ia rasakan selama satu pekan di sekolah. Sesi ini berlangsung 1 jam lamanya. Hal ini dilakukan agar anak mampu mengungkapkan ketidak nyamanan yang ia rasakan dan agar tumbuh empati dari teman yang lain. Selain itu, sesi ini juga dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan berbicara, mendengar dan berdiskusi siswa.

Di Swedia bukan murid yang belajar dari guru akan tetapi sebaliknya, guru dituntut belajar dari murid. Murid tidak harus menjawab secara benar dan jawaban tidak harus seperti yang dicontohkan guru. Nah, dari sinilah guru belajar dari murid. Guru dituntut untuk menggali pola pikir murid atas jawaban yang murid berikan. Rasanya ini sesuatu yang sangat langka dalam proses belajar mengajar di negara kita.

Acara parenting school kemarin juga dimeriahkan pentas seni oleh murid yang mengikuti ekstra seni music dan paduan suara.

Performance murid-murid SDIT LHI

Performance murid-murid SDIT LHI

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

36 pemikiran pada “Inspiring Teacher dari Swedia

  1. suka banget bagian dimana anak diajak mendiskusikan mata pelajaran yang diinginkan. Seru ya kalau Indonesia seperti itu juga

  2. sebenernya juga di Indonesia harus begitu, tp kadang budaya & doktrin tempo dahulu yang membuat perkembangan pendidikan kita, hanya jalan di tempat 😦

  3. Setahu aku beberapa sekolah sudah mulai dengan model demikian, cuma memang belum mulus banget penerapannya. Sementara di sisi lain pola pikir di sini juga masih agak susah menerima model belajar mengajar yang seperti itu 😦

  4. pernah dibahas sama pakar pendidikan juga dimari dalam satu seminar.. eh pakar pendidikan apa pakar parenting ya? sama aja kali ya.. katanya sih soal budaya dan “daya tangkap” anakanak kita berbeda sama di belahan barat, jadi ga bisa disamain.. tapi bisa diadaptasikan dengan aplikasi yang disesuaikan dengan kebiasaan..
    daku suka bagian dimana anak2 lebih diperhatikan minat dan bakatnya.. tapi minat dan bakat kan tergantung lingkungan dimana dia tumbuh, kalu orangtuanya pemusik, anaknya keikut deh, kalupun ga keikut pasti ada yang menjadikan motivator si anak pengen jadi apa..
    bisa panjang ceritanya nih..
    kangen daku blogwalking kemanamana.. sehatsehat ika?

  5. saya mengalaminya sendiri nih mbak ika πŸ™‚ generasi saya generasi teksbuk. gak pede kalo gak sesuai buku. begitu sampe disini tobat deh dipaksa utk menjawab dgn pemikiran dan kata2nya sendiri. intinya gak ada jawaban yg salah. sepanjang kita bisa memberikan resonansi atas jawabannya. gak usah gitu anak kecil sekalipun kalo diinterview jawabannya bisa terstruktur, gak noleh2 ke ortunya minta dukungan….

    aduh nyambung gak ya ini komennya πŸ™‚

    salam
    /kayka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s