Sedekah Buku Membawa Berkah

IMG00560-20121026-0948

Jujur, kadang saya dongkol dengan para peminjam buku yang lamaaaaa banget pinjem bukunya. Apalagi ada beberapa teman yang tidak menggembalikan buku yang ia pinjam. Grrrr, rasanya jengkel banget.

Gimana ndak jengkel, 1 paket buku laskar pelanginya Andrea Hirata dipinjam dan tidak kembali. Walhasil, saya harus mencicil beli lagi satu persatu bukunya Andrea Hirata demi menjaga koleksi buku saya agar tetap komplit.

Kejadian pinjam meminjam buku yang tak kembali terulang lagi dengan kasus yang berbeda. Jika sebelumnya 3 buku Andrea Hirata tak kembali, kini giliran buku “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” yang dipinjam teman saya untuk mengajari anaknya belajar membaca tak kembali.

Dia beralasan kalo saya bisa membelinya lagi di Sopping Center Jogja. Padahal untuk pergi ke Sopping saya mesti mengosongkan hari dari aktivitas harian saya untuk hunting buku di pasar buku tersebut. Walhasil, Azzam, anak kedua saya yang juga membutuh buku itu mesti bersabar menunggu umminya mempunyai waktu luang.

Yo wislah, daripada ngegrundel kelamaan mending diikhlasin aja. Anggep sebagai sedekah. Titik! Kenapa titik? Yah, biar hati bisa lebih tenang dan otak tidak memikirkannya lagi πŸ˜†

Ternyata masalah dalam mengajari Azzam membaca tidak hanya berhenti sampai disitu. Setelah saya berhasil membelikan buku “Belajar membaca tanpa mengeja” lagi, saat praktek belajar membaca masalah baru muncul. Azzam banyak tingkah sehingga sulit untuk berkonsentrasi. Grrrr, AstaghfiruAllah, sabar…sabar… Hufff, ndak jadi marah πŸ˜€

Singkat cerita, setelah 3 minggu kami mampu beristiqomah belajar membaca, saya dan Azzam akhirnya kompak bosan. Saya bosan mengajarinya membaca, eh Azzam pun bosan belajar membaca dengan saya. Walhasil, belajar membacanya macet total.

Lalu, apa kaitannya sedekah buku dengan belajar membacanya Azzam?

Ini dia jawabannya. Beberapa hari yang lalu, seperti biasa, sore setelah pekerjaan saya selesai, sambil leyeh-leyeh diatas karpet saya membaca koran.

Saat sedang asyik membaca koran, Azzam yang berada disamping saya mengucapkan sesuatu sambil memegang koran. Awalnya saya kira itu hanya aksinya saja mencontoh saya alias pura-pura membaca koran.

Tapi lama kelamaan setelah saya amati ternyata dia memang benar-benar membaca judul-judul dari artikel koran yang ia pegang.

Penasaran dengan kemampuan Azzam membaca, saya langsung menelfon gurunya yang kebetulan teman saya mengaji. Saya tanyakan padanya apakah ada les privat membaca disekolah, ia jawab tidak. Lho lha terus anak saya dapat wangsit dari mana?

Karena penasaran, beberapa hariΒ  setelahnya Azzam saya amati terus. Terutama ketika dia mulai membaca sesuatu. Dari pengamatan saya, ternyata ada dua hal yang menyebabkan kemampuan membacanya berkembang begitu pesat.

Pertama, dia memiliki pola belajar yang ia temukan sendiri. Hemat saya pola ini ia dapatkan dari sekolah dan ia kembangkan sendiri. Kedua, ketika kakaknya membacakan buku, ia selalu mengamati dengan seksama huruf yang terdapat dalam buku yang dibacakan kakaknya.

Ternyata, walaupun pada awalnya berat. Walaupun pada awalnya tidak ikhlas, sedekah saya berbalas. Allah membalas dengan memberikan kemudahan Azzam menemukan metode sendiri dalam belajar membaca.

Saya jadi teringat sebuah cerita dari Aniek Jody, pemilik Waroeng Steak n Shake. Dulu ibunya gemar sekali bersedekah. Bahkan saking gemarnya bersedekah, kadang modal untuk berjualan habis hingga keesokkan harinya mereka tidak bisa berjualan. Tapi karena kesabaran ibunya, ada saja jalan untuk berjualan lagi. Entah mereka dititipi barang orang untuk dijualkan atau mendapatkan rejeki dari jalan lain sehingga mereka bisa berjualan kembali.

Dan anehnya, walaupun sang ibu rajin bersedekah, tapi ibunya tetap miskin. Diakhir cerita, Aniek bertutur,” Kesuksesan saya sekarang ini sejatinya bukan karena saya rajin bekerja semata, akan tetapi juga berkat ibu saya yang gemar bersedekah.”

Saya jadi teringat sebuah quote “Allah memberi sesuatu yang indah pada waktunya”, walaupun terasa klise. Jadi ingat pula sebuah ayat,

……Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Sejatinya tak ada amal yang sia-sia. Kesalahan ada dalam diri kita yang tanpa sadar men”dekte” Allah untuk menuruti keinginan kita.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

Sayup-sayup terdengar lagu,”Hidup indah bila mencari berkah….”nya Wali Band

Iklan

95 pemikiran pada “Sedekah Buku Membawa Berkah

  1. Ada orang yang berprinsip kalau buku itu ibarat istri pertama, sedangkan istri yang sebenarnya adalah yang kedua. Kalau istri kedua saja tidak mungkin dipinjamkan, apalagi istri pertama πŸ™‚

    ***
    Sedekah memang luar biasa, banyak membukakan rizki yang tak disangka-sangka

  2. hmmm…berarti saya harus mengikhlaskan buku2 yang dipinjam dan tak kembali ya? huhuhuhu… betapa susahnya, apalagi kalau inget belinya penuh perjuangan πŸ˜₯ tapi emang itu ujian kali ya Mbak.

    Btw, saya termasuk peminjam buku yang lama lho, tapi biasanya pakai sistem tukar-pinjam, jadi kalau saya belum balikin buku teman, si teman masih “menyandera” buku yang dipinjamnya πŸ˜€

  3. Hhgggg tp emang sempet sebel juga ya mbak kalo ada temen yg nganggap enteng arti sebuah buku.
    Ceritanya inspiring sekali
    Jfs πŸ™‚

  4. Sedekah berarti memberi sesuatu dengan iklas ya kan? termasuk yang awalnya cuma niat meminjamkan dan ujung2nya tidak dikembalikan.. ya udah diiklaskan saja hitung2 sedekah. hihihi.. benar banget ya mba^^

  5. Ah iya, saya salah satu yg sangat yakin bahwa Alloh akan memberikan yg kita butuhkan selalu tepat pada waktunya

    selamat membuka jendela dunia ya azzam πŸ˜‰

  6. dia memiliki pola belajar yang ia temukan sendiri. Hemat saya pola ini ia dapatkan dari sekolah dan ia kembangkan sendiri.<—– setuju banget. Anak memiliki caranya sendiri untuk faham dan mengerti. Memaksakan cara cara kita yang kuno, justru membebani dan akhirnya ia malas.

  7. awalnya saya juga sempat stress mikirin si adik koq belum bisa baca? galau donk kan mau masuk SD. hahhh syukurlah sekarang dah mulai bisa.

    like this so much… bener, sedekah dan ikhlas.

  8. Kebalikan sama saya mbak, biasanya kalau buku yg sdh saya baca atau kurang saya sukai, saya kumpulkan di kresek, saat ada yg minta atau mau pinjam buku ya yg saya kasih yg dikresek tsb, jd ga kepikiran dan malah bersyukur ga menuh2in kamar kos. Tapi kalau buku motivasi/psikologi/agama yg bgs dan saya sukai dilarang pinjam.

  9. Mbak tinggal di jogja ya? Sama donk, jogjanya mana? Mbak tgl 13 april 2013 dateng dech (kalau ada waktu) ke jec dr pg sampai malam, banyak pembicara hebat hadir di sana, cuma bayar tiket 20rb aja, waroeng expo yg ngadain bu aniekjody dg mas andre raditya.

  10. saya sering malu hati.. sepertinya rejeki yang saya terima saat ini dari kebiasaan ayah yang tak putus sedekahnya. Wallahualam..
    ngomong-ngomong kalau buku koleksi dipinjam tak kembali rasanya agak mengganjal juga ya mbak.

    • Iya, soalnya kadang khan setiap beli buku ada historisnya sendiri. Mungkin pas kita beli mesti hunting dulu karena tuch buku lagi booming atau apalah. Makanya walaupun bisa kebeli lagi rasanya tetep beda πŸ™‚

  11. He3 iya kadang dongkol jg mba kl g d balikin, tp Alhamdulillah belum pernah kejadian :D, kalau aq sih ada yg pjm buku trus pulangy da yg ke lipet kertasnya or covernya rusak ja sewot pa lg itu g d balikn hi3 g kebayang πŸ˜€ dan sepertinya emang harus beljar ikhlas y bgaimanapun bentuk tuh buku, tapi ttp kembali πŸ™‚

  12. waktu masih sekolah dulu aku sempat kesel loh kalau ada yang gak mengembalikan buku, eh jadi pelit minjamin buku waktu itu hehehe. Tapi sekarnag gak kok, boleh pinjem ikhlasssss

  13. Mau tau rahasianya agar buku-buku yang dipinjam kembali pada waktunya?
    Suruh tinggalkan uang jaminan seharga 2x harga buku dengan syarat kalo dalam 2 minggu gak kembali, duit ilang!

  14. @ Ika Koentjoro – ternyata kebaikan dibalas dengan yang terbaik ya. Sesungguhnya Allah azza wa jalla mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Alhamdulillah, kelihatan Azzam memang anak yang pintar. Semoga Azzam akan berterusan membanggakan orang tuanya.. insyaAllah.. (“,)

  15. Rupanya kejadian dipinjamin buku terus gak balik-balik terjadi pada hampir semua orang ya. Aku ya sering ngalamin, Mbak. Malah ada yang sampai peminjamnya juga menghilang gak tahu dimana sekarang 😦

  16. daku udah ga pernah berniat jadi kolektor buku.. mending ke perpus deh jadi ga perlu beli lagi.. daripada mikirin buku yang ga kembali..

    semoga sedekahnya kaya rantai kasih turun temurun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s