Jagalah Perutmu!

doc. google

doc. google

Jum’at Mubarok!

Urusan perut ternyata bukan urusan sepele seperti yang kita bayangkan. Urusan ini akan berdampak secara fisik maupun psikis. Ruh dan jasad, bahkan berkaitan erat dan akan berdampak pada manis dan lezatnya ibadah yang kita lakukan.

Tak hanya halal dan haramnya saja yang perlu kita perkatikan, akan tetapi banyaknya juga harus kita kelola secara benar karena makanan halal pun jika kita konsumsi berlebih maka hukumnya menjadi makruh.

Allah SWT berfirman,“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al-A’raf ayat 31)

Bahkan Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan kita,”Tidak ada suatu wadah yang diisi penuh oleh anak Adam yang lebih jelek melebihi perutnya. Cukuplah baginya beberapa suapan kecil untuk menegakkan tulang belakangnya. Jika tidak mungkin, sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya,” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim).

Dan seperti inilah manajement perut, sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas. Artinya seenak apapun sebuah makanan ataupun bagaimanapun laparnya perut kita, tidak lantas dengan seenaknya kita mengisi perut.

Lalu, berapa ukuran memakan makanan dikatakan berlebih?

“Sesungguhnya termasuk sikap berlebih-lebihan bila kamu memakan segala sesuatu yang kamu inginkan.” (H.R. Ibnu Majah)

Ya, saat kita memperturutkan nafsu kita untuk selalu mengisi perut kita tanpa ada batasnya, tanpa memperhatikan halal dan toyyibnya, maka itu termasuk makan yang berlebihan.

Yang jadi pertanyaan kemudian, apa kaitan ibadah dengan perut?

Imam Ghazali (Hujjatul Islam) pernah berpesan,“Jangan harap bisa memperoleh manisnya ibadah jika engkau makan terlalu banyak. Bagaimana cahaya akan bersinar di hati tanpa ibadah? Apa nikmatnya ibadah yang tak disertai rasa manis dan kelezatan?”

Nikmatnya sebuah ibadah ialah ketentraman hati. Saat perut kita sering kenyang, maka ibadah yang kita lakukan cenderung sebagai penggugur kewajiban. Kenikmatan beribadah tidak kita temukan.

Ma’ruf Al-Kurkhi pun dengan tegas menasehati kita untuk berhati-hati dalam mengisi perut. “Berapa banyak makanan yang kemudian menghalangimu mendirikan shalat malam. Dan berapa banyak pandangan haram telah menghalangimu dari membaca Alquran. Terkadang, sepotong makanan bisa menghalangi seorang hamba dari melaksanakan shalat malam selama satu tahun,” ungkapnya.

Saatnya untuk mengevaluasi, sudah berapa malam kita tertidur dengan lelapnya hingga qiyamulail terlewat. Berapa lama Al Qur’an tidak tersentuh dengan berbagai alasan.

Berhati-hatilah dengan makanan sobat 🙂

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Iklan

55 pemikiran pada “Jagalah Perutmu!

  1. kapan hari saya berobat ke klinik untuk luka jahitan saya,,
    dan saya di kasih obat yang salah satunya vitamin penambah nafsu makan,,
    makan saya jadi gak bisa teratur kayak biasanya, karena gampang lapar,,
    akhirnya sekarang saya gak minum vitaminnya itu, takut keterusan mbak,,,

  2. memang untuk ukran saja bila makan,
    kita ambil secukupnya sehingga tidak meninggalkan sisa dan tidak kekenyangan
    memberi dampak kenikmatan yang berbeda, apalagi kalau memperhatikan hal2 di atas… semoga bisa istiqomah..

  3. setuju mbak tidak hanya halal dan haramnya tapi juga jumlahnya. suka lupa kadang kalau enak tau2 sesek. trims manajemen perutnya mbak bagus sekali untuk diingat2 @sepertiga untuk makanan, minuman dan nafas 🙂

    salam
    /kayka

  4. Reblogged this on Knitknotlove and commented:
    Tadi pagi sy baru saya diskusi dengan teman ttg makanan yg dilarang -haram- untuk dimakan. Ada yg menganggapnya halal krn di al qur’an tidak tertulis nyata ttpi Rasulullah jelas melarang untuk membunuhnya apalagi memakan.

    Bahkan dalam makanpun harus tetap menggunakan ilmu begitu juga tata caranya.
    Jazakillah for sharing mbak 🙂

  5. jadi inget iklan anak kecil joget2

    “dari perut ke kepala, dari perut ke tangan, dari perut turun ke kaki, dari perut ke semuanya…” *kurang lebih gitu lah ya liriknya, lupa-lupa, hehe

    betapa penting dan sakralnya si perut dalam sudut pandang Islam..

  6. semua dilakukan sebaik’a dengan tidak berlebihan, itu jauh lebih bagus + di imbangi dengan olahraga teratur, biar jasmani kita tetap terjaga mba 🙂

  7. sepotong makanan bisa menghalangi shalat malam setahun?ckcckckc…
    aku termasuk yg jarang makan malam mbak, tapi bangun malam pun susah… 😦
    kalo bcara soal perut kayaknya aku paling jahat sama perut sendiri, kadang dibiarin kosong seenaknya, kadang diisi penuh ckckc..
    terima kasih postnya ya mbak ika..mencerahkan sekali 🙂

  8. Ada yg bilang kalau mencari karyawan itu lihat dr berat badannya proporsional atau ga?kalau ga berarti itu org tdk bs menjaga nafsunya. Bbrp perusahaan besar jg menolak karyawan yg gemuk, walaupun dia pintar. Mungkin ibadahnya kacau itu krn kalau makan bnyk jd gemuk, dan gemuk menyebabkan badan berat jd males ngapa2in atau kalau sujud susah krn terhimpit perut yg buncit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s