Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Hari gini jarang ada pengantenan yang mau beribet-ribet ria. Kalau kata anak saya udah ndak jaman. Maunya yang simpel, urusan perut diserahkan ke catering malah kalau mau simpel lagi semua diserahkan ke wedding organizer.

Beda dengan di kampung, kalau ada hajatan semua tetangga dikerahkan untuk memeriahkan acara. Mulai dari dapur sampai penerima tamu semua campur tangan tetangga.

Kebetualn beberapa waktu yang lalu saya menghadiri pernikahan sepupu dari suami yang tinggal di Blitar. Nikahnya pakai adat jawa plus ritualnya.

Lama banget ndak pernah lihat prosesi pernikahan ala Jawa pas lihat lagi rasanya excited banget. Jadi heboh poto sana poto sini walaupun ada yang terlewatkan ๐Ÿ˜ฆ

Pernikahan1

Urut-urutan peosesi pernikahan adat Jawa

Dan upacara panggih pun dimulai. Pengantin saling menukar kembar mayang atau disebut liron kembar mayang. Menurut contekkan makna dan tujuan liron kembar mayang ialah bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.

Setelah itu, dilanjut dengan gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.

Sayang kemarin tidak ada ngidak endhog atau injak telur pengantin pria. Hanya kaki kedua pengantin dibasuh air kembang oleh tetua adat yang sebelumnya air kembangnya diminumkan kepenganten. Ditahap ini saya ndak setuju, terlihat musyriknya.

Upacara panggih diakhiri dengan menyampirkan kain atau biasa disebut Sindur ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup. (Ada digambar 3)

Selanjutnya pengantin digiring ke pelaminan atau sasana riengga dan memulai prosesi selanjutnya yaitu timbangan dimana kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin. Mohon dimaafken poto terlewatkan ๐Ÿ˜ฆ Kemudian kedua pengantin diminta untuk sungkem meminta restu dan maaf dari kedua orang tua mempelai dengan harapan pernikahannya akan langgeng.

Saat dulangan kedua pengantin saling menyuapi. Dulangan merupakan simbol dari perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan (simbol seksual).

Kemudian dilanjut dengan kacar-kucur dimana pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.

Selesai semua prosesi, kami para undangan diminta untuk menikmati atau ngrahab makanan yang telah disediakan.

Tak lupa bernarsis ria dengan pengantin sebelum berpamitan dengan tuan rumah.

Pernikahan2

Narsis bareng penganten

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

Note

Mau dapetin buku Cerita Dibalik Noda atau Menulis itu Seksi?

Buku1

Lihat infonya disini ya. DL 30 April lho! So, buruan yang pengen ikutan ๐Ÿ™‚

Iklan

125 pemikiran pada “Prosesi Pernikahan Adat Jawa

  1. Sama mbak Ika. Kalo di kampungku, prosesi adat masih sering dipake walaupun udah nggak komplet lagi. Ya, tetap aja alasan praktis dipakai. Untungnya, suasana gotong royong dan saling membantu masih kental ๐Ÿ™‚

  2. Yaah yang terpenting urusannya terencana dengan baik..
    Kemaren.. Tetangga ngadain..maunya sih simpel… Tapi karena tidak ada koordinasi yang baik.. Yaah akhirnya jadi ribeet banget kelihatannya…

  3. Waktu Dhe nikah di Aceh tahun lalu, semua dilakukan di rumah, dari masak2 sampai pestanya di rumah :D. acara masak2 juga dilakukan oleh tetangga2.. hehehe..
    Tapi pengen buat acara nikahan (ngunduh mantu namanya yah? kata suami) lagi di jawa mo merasakan adat jawa, tp ga tau kapan. kwkkwkw

  4. aku kangen suasana njagong manten jaman dulu, saat semua tamu dipersilahkan duduk, dan makan minum diladeni para sinoman, enggak kayak sekarang yang kudu berdiri ngantre panjang… pas dapet giliran pas habis pula hidangan, naseeeeb…. :p

  5. suka tuh kalu di kampung masih ada gotong royong yang kental dan kekeluargaan, semua ikutan membantu, baik itu kawinan, dukacita, ato acara 7 bulanan.. urun rembug..
    lain dengan di kota yang sudah pengennya praktis pake WO ato katering..

    eh ini buat lomba toh.. ke linknya dulu..

  6. Ada bberapa adat jawa yg saya suka maknanya seperti pengantin wanita mencuci kaki pengantin laki-laki artinya istri harus melayani suami bukan mbak?

    Trus yg mindahin beras n bbrp uang koin dr suami ke istri, artinya suami bertugas menafkahi istri. Dilanjutkan istri memberikan pada org tua, artinya bakti anak pada org tua kan ya mb?

    Trus acara pangkon. Sy sangat menghargai yg satu ini. Anak menantu dan anak sendiri disejajarkan dalam kedudukan keluarga.

    Sungkeman, wakil dari rasa hormat anak pada orang tua dan ridho orang tua pada anak.

    Siraman, menggambarkan anak dahulunya dibesarkan dari kecil sampai dewasa oleh org tua. Eh yg satu ini sy agak lupa artinya.

    Intinya semua prosesi itu memiliki artian tentang hub antara anak n org tua,antara ridho org tua n pebgabdian anak pada org tua.
    CMIIW mbak ๐Ÿ˜‰

    hhhh… Jadi pengen resepsi lahi xixixixi…

  7. Banyak yg sama dengan upacara adat pernikahan Sunda.
    Duluuuuu… Iya 18 thn lalu, ngga pake acara adat, inshaAllah nikah perak ngulang pake acara adat aaahh *ngelamun pengen bikin foto2 after wedding heehe

  8. itu pake jilbab dan diatas jilbab dikasih kembang kaya orang bali ya? ato orang padang?
    inovasi dandanan pengantin jawa bukan cuma pake dodotan dan baju hitam kan ya..

  9. waktu saya nikah dulu juga lengkap banget prosesinya.
    Dari mulai orangtua pasang bleketepe, siraman, midodareni, upacara injak telur, kucur2, tumplak punjen, balang sirih sampai dulang dulangan.
    Wis pokoknya 3 hari berturut2 gak kelar kelar.
    Tapi seru banget karena aku anak perempuan satu satunya di keluarga jadi orangtuaku bener2 totalitas ๐Ÿ™‚
    Upss…maaf komennya jadi panjang nih mbak ๐Ÿ™‚

  10. mbak ika btw kaki kedua pengantennya dibasuh oleh tetua adat kan ya? kalo iya syukur deh ๐Ÿ™‚

    bukan menentang adat tapi hari begini istri nyuci kaki swami adaooo. ini swami apa tuannya ya? lebih suka suami istri itu partner aja ๐Ÿ™‚ apalagi sekarang kebanyakan dua2nya kerja. nyampe rumah gak hanya suami yg capek istri juga. gak kebayang juga kalo suaminya model yang minta dilayani terus. yg model satu jarinya aja gak boleh dipake nganterin gelas kotor kedapur. lama2 bisa meledak juga itu istri.

    salam
    /kayka

    • Iya, itu dibasuk sama tetua adat Kay.

      Kemarin aku baru dapet cerita dari karyawanku perihal tetangganya. Udah suami lebih sering ongkang2, kalo ndak dilayani marah2. Bilangnya gini,”Mentang2 dah punya penghasilan sendiri seenaknya sama suami!” Padahal cuman lupa ndak dibikini teh karena kecapekkan kerja lembur aja udah marah begitu. Padahal ekonomi keluarga istri yang backup. Rasanya pengen aku timpuk aja tuh orang. Ada ya suami tipe begitu

      • oalah bukan minta ditimpuk lagi itu mbak, dibom!

        suami2 spt ini sudah out, gak in lagi. istrinya bisa ilfil. diluar kerja dirumah harus kerja lagi. penyebab perpecahan rumah tangga nomer satu.

        marah2 ยดmentang2ยด gak membuat istri tambah hormat malah sebaliknya ilfil. lebih terharu mungkin mbak kalo nyampe rumah disambut teh manis hangat bikinan suami, dipijetin punggungnya dan gak perlu mikirin soal tetek bengek dirumah.

        salam
        /kayka

      • Yap, mungkin karena itulah tingkat perceraian disini tinggi ๐Ÿ˜ฆ

        Btw, patuh pada suami tetep no.1. Tapi urusan kerumah tanggaan khan harus dipikul berdua ya. Rasulullah saja menjahit sendiri terompahnya. So, kerjasama pasangan tuh penting banget.

      • betul mbak, patuh tetep tapi urusan rumah tangga harus dipikul bersama.

        apapun yg namanya dikerjain sendiri mesti berat. lebih ringan dan cepat kalau dikerjakan berdua. lagi kan gak semuanya harus dikerjakan berdua ada yg bisa dikerjakan sendiri2.

        salam
        /kayka

  11. Wah, seru banget pastinya ya, Mba? Budaya bangsa seperti ini memang wajib dilestarikan, cuma di jaman moderen ini, makin banyak yang mulai berfikir untuk ambil jalan pintas dan ringkas ya. ๐Ÿ™‚

  12. Bu Ika …
    Memang kami melihat sudah banyak adat Jawa yang “disesuaikan” dengan zaman. Namun saya rasa … ada pula wedding organizer … yang justru “menjual” keaslian adat secara komplit … mereka justru menawarkan kepada kliennya … prosesi lengkapnya … tergantung client mau pilih yang bagaimana

    salam saya Bu Ika

  13. Rangkaian budaya yang menempatkan pernikahan sebagai lembaga ikatan hati yang diberkahi, membekali pasangan untuk menghargainya. Apresiasi untuk Jeng Ika yang berkenan berbagi. Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s