Dawet Ireng Khas Butuh

DawetJika teman-teman berkesempatan bertandang ke Purworejo jangan lewatkan untuk mencoba minuman yang satu ini. Namanya ‘Dawet Ireng’ khas daerah butuh (orang jawa biasa menyebut mbutuh. Seperti mbali saat menyebutkan pulau Bali).

Disebut dawet ireng atau dawet hitam karena butiran cendol berwarna hitam. Selidik punya selidik, warna hitam cendol ini berasal dari abu jerami yang kemudian dicampur dengan air hingga menghasilkan air berwarna hitam. Lalu air tersebut disaring dan digunakan sebagai pewarna cendol. Benar-benar alami bukan? Untuk higienisnya saya kurang tahu, yang jelas Alhamdulillah selama berkali-kali meminumnya tak ada keluhan.

Hampir sama dengan jenis dawet lain, dawet ireng khas butuh ini dicampur dengan santan yang sudah direbus dan juruh dari gula jawa. Maaf, saya agak bingung mengartikan juruh dalam bahasa Indonesia. Yang jelas juruh terbuat dari gula jawa yang dimasak dengan air hingga mengental.

Dawet1

Dawet ireng dapat ditemukan disepanjang jalan Purworejo-Kutoarjo. Dengan harga rata-rata 3.000 rasanya cukup enteng dikantong bukan.

Bagaimana kawan, apakah kalian tertarik mencoba dawet ireng khas butuh?

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

Yang pengen dapetin buku ‘Cerita dibalik noda atau menulis fiksi itu seksi’ ditunggu komennya, klik di Perlindungan . DL sampai tanggal 30 April dan hanya dipilih 2 komentar terbaik. So, buruan ya 😀Buku1

Iklan

78 pemikiran pada “Dawet Ireng Khas Butuh

  1. Beda ya Dawet sama Cingcau? disini ada dijual bubuk cingcau hitam… bisa buat sendiri, atau di dalam kaleng. Kebayang segernya kalau diminum siang2 sedang panas panasnya hari.

  2. Aku sering liat di daerah pondok labu jakarta selatan..
    Sampai saat ini sih belum sempat sih.. Akibatnya setiap lewat pasti nengok dulu masih ada ngga ?
    Ternyata masih ada.. dan sepertinya itu usaha waralaba walaupun dgn cara tradisional…

  3. mbak,, ngeliat jalan raya nya bikin nyes. langsung kangen sama ritual mudik Jogja – Cilacap pake motor lewat jalan itu, dan kangen nyeruput dawet ireng di sekitaran situ sambil mandangin sawah 😦

  4. rasa cendol betulan ya mbak? bener2 ya orang kita itu bisa aja, kreatif gitu lho 🙂

    btw warna itemnya penampakannya mengingatkan saya kepada cincau mbak.

    salam
    /kayka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s