Review Novel#Test Pack, Ujian Perkawinan

IMG01505-20130505-1624

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada Delcate Living yang sudah mengirimi novel ini jauh-jauh dari Kalimantan Barat. Pastinya seneng banget dong. Apalagi pas lihat cover bukunya, pasti ni novel bagus banget. Kok bisa tau kalo ni novel bagus padahal belum baca? Jawabannya gampang, gak mungkin novel jelek di filmkan :mrgreen:

Novel yang sudah 14 kali cetak ulang ini mampu menggali ide yang sederhana menjadi cerita yang kompleks dan penuh kejutan. Berkisah dengan bahasa yang mengalir serta sudut pandang yang inovatif. Test pack menjadikan ruang kehidupan pasangan suami istri bersekat-sekat dan berlorong-lorong dimana hal itu kerap menjadikan suami istri tersesat, bertabrakan, menemukan jalan buntu, menyadari indahnya cinta, atau bahkan terpisah untuk selamanya.

Cerita dalam novel ini sejatinya terfokus pada sepasang suami istri, Arista NatadingratΒ  (Ita) dan Rahmat Natadiningrat (Rahmat) yang telah 7 tahun menikah dan belum memiliki momongan.

Pada awalnya tak ada masalah yang sangat berarti dalam keluarga ini. Hanya percikkan-percikkan kecil yang semakin mempererat jalinannya. Rahmat bisa menerima kondisi Ita. Tak pernah mempermasalahkan anak. Hingga suatu hari, Ita menemukan kenyataan bahwa Rahmat infertil.

SEBAGIAN dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/how/who they are.

From now on, start loving someone, because you want to.

Kalimat indah diatas mengingatkan saya pada sebuah cerita nyata tentang seorang laki-laki yang setia mendampingi istrinya dalam kondisi apapun yang selalu membuat saya terharu kala mengingatnya.

Pada suatu hari, anak-anak pak X, sebut saja begitu, menemui ayahnya untuk membicarakan masa depan ayahnya.

“Pak, sudah 13 tahun bapak merawat kami dan ibu yang terbaring sakit. Menjadi ayah dan ibu buat kami hingga kami bisa mandiri dan menggantikan tugas bapak.”

“Kini, ijinkan kami menggantikan bapak untuk merawat ibu. Jika bapak ingin menikmati masa tua bapak dan ingin menikah lagi, kami telah bersepakat mengijinkannya.”

Mendengar perkataan anak-anaknya, pak X tergugu, hingga badannya terguncang.

“Bagaimana mungkin bapak meninggalkan ibumu dalam kondisi saat ini sementara di masa sehatnya ia telah mengabdikan hidupnya untuk bapak.”

“Sungguh, bapak bahagia dengan keadaaanku saat ini. Jangan kalian paksa bapak meninggalkan ibumu.”

***

Pernikahan sejatinya bukan sekedar soal masih ada cinta atau tidak, masih butuh atau tidak, masih sepaham atau tidak, akan tetapi lebih dari itu. Seiring berjalannya waktu, jika tak dipupuk cinta akan layu bahkan kadang mati. Semakin lama usia pernikahan, masalah yang dihadapi bukan semakin berkurang tapi semakin bertambah. Disinilah cinta diuji. Kini saatnya kita berpikir untuk mencintai seseorang karena kita menginginkannya.

From now on, start loving someone, because you want to.

***

Judul: Test Pack

Penulis: Ninit Yunita

Penerbit: Gagas Media

Halaman: 202

Iklan

66 pemikiran pada “Review Novel#Test Pack, Ujian Perkawinan

  1. itulah sebabnya dalam bahasa jawa, istri itu disebut garwo………. sigaring nyowo alias separuh nyawa……….dan menurut kanjeng nabi Muhammad, sebaik-baiknya suami adalah yg paling baik terhadap istrinya……..

  2. Aku udah baca bukunya tapi belum nonton film nya huhuhuu..
    Keren bangets ya mbaak, waktu ita ngira dia infertil suaminya tetep support, Tapi begitu yang terjadi sebaliknya itu bener2 ujian pernikahan banget >_<

    • Iya, pelajaran berharga banget. Sering kita minta dimaklumi orang lain. Giliran kitanya susah memaklumi orang lain πŸ™‚

      Kayaknya lebih berkesan bukunya. Pelmnya banyak bumbunya

  3. gw pun lebih dapet emosinya kalo baca buku mba, walopun tetep pas nonton pun agak menitik air mata. Karena buku rasanya lebih ngaduk emosi, kalo film kan kadang kita gak suka ekspresi dan akting si aktor atw aktrisnya atau ngiri sama settingan rumahnya yang kelewat cakep *inimah gw doang kayaknya*

  4. aku baca bukunya pas masih sampulnya pertama yang warna biru, dan dulu pas nikah saat baru keguguran. Dapet banget feelnya buku ini. Pas nonton, juga gak kecewa sih. Mana sontreknya bagus bagus

  5. Karna saya sudah baca bukunya, saya nggak nonton filmnya Mbak…
    Takut kecewa sama film-nya… (selalu memilih salah satu film atau buku)
    Bagus bukunya inspiring krn terkadang pasangan hanya bisa saling menyalahkan tanpa mengoreksi diri sendiri dan kemudian hanya melihat kekurangan pasangan daripada kelebihan yang dimilikinya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s