Tips Memilih Jenis Usaha

Mbak, salam kenal yta… sebelumnya terima kasih sudah mampir ke blog saya

sy terinspirasi tulisan mbak yg ttg jadi perempuan pebisnis. sy kan sejauh ini “masih” jadi pegawe, kedepannya kami memang planning agar saya bisa stay di rumah dan menjadi pedagang gitu. tapi karena basic gak punya (semua kluarga pegawe juga, baik itu swasta maupun negri) jadinya mindset-nya ttp takut rugi, malu ditolak, dan takut gagal.

sy pernah jualan tepung organik bwt bayi, tapi untungnya sdikit dan berat di badan mbak. krn sy musti nganter2 itu tepung sepulang dari kantor (which means wkt sy sm anak2 kan jd berkurang to? ) akhirnya sy berhenti. pernah juga blanja baju2 bayi, dapet murah sih, tpi jualin ke orang2 gak laku, gak sempet ngider eh mbak, jatuhnya ya dikasih2 buat kado aja. huhuhu…

pernah juga jualan kerudung (gak pake modal, soalnya cuman bawain dagangan teman), tapi yahh karna kami pindah jadinya gak ketemu dia lagi.

Dalam sebulan, insyaAllah sy bisa mengeluarkan 500rb dari gaji kalau sekiranya digunakan sebagai modal usaha. (tapi karena gak mulai bisnis2 ya akhirnya dibeliin barang lain, hehehehe).

Sy punyanya sepeda motor mbak, kerja dari jam 8 – 5 sore. anak balita dua orang. Belum mampu sewa ruangan buat toko, rumah sy agak masuk dan disekitarnya masih banyak alang2.

Pekanbaru ini sebenarnya orang-orangnya banyak yang konsumtif, tapi bingung juga menyeleksi selera pasar, secara sy juga ndak begitu sering blusukan ke pasar.

Kalau menurut mbak, kira2 sy baiknya ambil jenis usaha apa dan bagaimana ya? yang tidak mengganggu jam kerja dan tidak mengurangi family time sy juga.
ada kepikiran untuk jd agen tupperware, tp disini sudah banyak yang berani ngasih diskon full,, jadi bingung mau ambil untungnya gimana.

maturnuwun sanget ya mbak…

Sahabat EG di Pekanbaru

Jawaban

Dear sahabat EG di Pekanbaru,

Sebagian besar para pengusaha sukses pada awalnya tidak memiliki perencanaan jenis usaha apa yang akan mereka geluti. Jenis yang pada akhirnya dijalankan biasanya hasil dari trial & error, contoh usaha Agrobisnis Kem Chicks milik Bob Sadino bisa klik disini.

Hal yang pokok sebenarnya bukan pada jenis usahanya, akan tetapi pada mentalitas bisnis yang harus dibangun, bisa dibaca disini dan disini. Jika mentalitas sudah terbangun, mau jenis usaha apa saja Insya Allah bisa. Tak usah membuat perencanaan matang-matang yang penting adalah sesegera mungkin membuka lapak. Entah lapak online maupun lapak offline semua juga tergantung pilihan masing-masing.

NamunΒ  begitu, jika sama sekali belum ada gambaran seperti apa usaha yang ingin di geluti, ada beberapa tipikal jenis usaha yang bisa dipilih;

Berdasarkan Perputarannya

Pertama, Fast Moving. Jenis usaha ini memiliki perputaran cash flow cepat karena jenis barang yang dijual ataupun jasa yang ditawarkan diperlukan banyak orang. Jika berbentuk barang maka sembako dan pulsa contohnya. Jika usaha berbentuk jasa, yang masuk dalam golongan ini contohnya loundry.

Sulitnya mencari pembantu rumah tangga serta biayaΒ  hidup yang semakin tinggi menyebabkan banyak wanita bekerja hingga untuk urusan cuci mencuci pun harus “outsourcing”. Konsekuensi dari bisnis model ini biasanya margin atau keuntungan yang didapat relatif kecil.

Kedua, Slow Moving. Usaha jenis ini berkebalikan dengan jenis diatas. Perputarannya lebih lambat, contohnya usaha mebeler, perhiasan, jual beli sepeda motor dan lain sebagainya.

Berdasarkan hobi

Memilih usaha berdasarkan hobi jauh lebih langgeng karena disana kita melibatkan rasa dan cinta hingga passionnya senantiasa terjaga. Istilah gampangnya, mau untung mau rugi itu urusan belakangana yang penting berkarya! Nah, inilah yang menyebabkan kita konsisten mengelola usaha. Konsistensi juga hal yang diperlukan agar usaha kita berjalan langgeng.

Bayangkan jika kita memiliki usaha hanya kadang-kadang saja buka, bisakah kita memiliki konsumen yang loyal? Saya jawabnnya tentu saja, TIDAK!

Karena alasan kepepet

Ini banyak terjadi pada para pengusaha. Alasan kepepet karena tidak ada pekerjaan lain ataupun kepepet karena belum punya gambaran bisnis yang lain. Tapi bukan berarti karena kepepet kemudian tidak sukses. Banyak pengusaha sukses yang mengawali usahanya karena faktor ini, contohnya Bob Sadino. Semua bisnis tergantung pada konsistensi kita dalam mengembangkan usaha.

Salam,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

You might also like:

Ke Gunung Kidul Tak Lengkap Tanpa Mencicipi Thiwul

Kambing Hitam Bukan Kambing Jantan

Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Iklan

21 pemikiran pada “Tips Memilih Jenis Usaha

  1. Waah, tanya jawabnya berbobot nih. . .
    Saya menyimak saja. Dan saya setuju untuk sistem usaha awal bernama trial & error.
    Sering saya dengar, kalau usaha mau sukses, selain modal, butuh ulet, semangat dan do’a yang tak henti. πŸ™‚

  2. Walo saya hanya sebagai pedagang pasar, semua konsep yang ditawarkan Mbak Ika memang benar kalo diterapkan di lapangan. Meski ada satu lagi yang penting dalam usaha yaitu lokasi, lokasi dan lokasi ternyata kondisi rumah Mbak EG belum memungkinkan. Dan jangan lupa sambil berikhtiar, kencengkan do’a dan tawakkal, bukankah begitu Mbak Ika ?

  3. kebetulan saya lagi mau buka usaha kecil-kecilan nih hehe, dan setelah membaca artike tentang tips membuka usaha diatas, jadi saya semakin mantab dan mempunyai gambaran serta langkah-langkah apa yang nanti akan saya terapkan di rencana usaha saya nanti, tulisan anda sangat membantau mb., terimakasih ya sharing infonya, salam πŸ™‚

  4. Artikel yg kucari2…aku seorg “pegawe” mbak, lg nyari ide buat tambahan penghasilan, udah nyoba jualan kerudung anak, baju anak tp hasilnya belum sesuai…harus terus dicoba nih ya mbak…

  5. bagus mbak tips dan pengalamannya.. istri di rumah juga lagi merintis bisnis online direct selling. baru jalan tiga bulan, kerjaannya bisa disambi masak, ngajari anak-anak belajar dan ngurus rumah…

  6. Ikut nimbrung Mba Ika,
    Temen2 sekalian, mencoba-coba mulai bisnis dengan mencari pengalaman berbisnis itu berbeda…
    Jika kita belum berpengalaman berbisnis, sebaiknya carilah dan ikutlah teman yg sdh jalan bisnisnya,( sulit cari teman ? begitulah sulitnya juga mencari pelanggan.) Kedua, dari segi waktu mau tdk mau harus disediakan (harus, harus, harus ada) mungkin satu dua jam sehari, seminggu 1 atau 2 hari, tergantung waktu Anda. Dari segi modal awalnya mungkin Anda tdk perlu ikutan, setelah tahu bisnis teman bagus dan bisa dipercaya boleh deh belajar ikutan modal (jgn nafsu, bertahaplah). Untuk macam bisnisnya ya.. yg ada aja (namanya cari pengalaman) terserah Anda, Anda suka makin baik. Lakukan step ini hingga sikap, mental, waktu dan pengalaman bisnis Anda bertambah, sehingga Anda merasa cukup bisa dan tahu apa itu bisnis yg sebenarnya.

    Suatu hari uruslah bisnis Anda sendiri….

    karena Anda tahu Anda adalah seorang pebisnis yang suatu saat akan sukses.. Saya doakan..Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s