Icip-icip Jamur di Jejamuran

Hal yang paling saya sukai saat melakukan kunjungan ke cabang-cabang ialah mencari tempat makan yang belum pernah saya coba. Satu hal yang saya syukuri, Alhamdulillah, adik saya yang menjadi partner saya memiliki kegemaran yang sama. So, kami tak hanya klop dalam urusan kerjaan, klop pula dalam urusan perut πŸ˜† Oya, satu lagi persamaan saya dan adik saya, kami sama-sama suka masakan pedas.

Koleksi pribadi

Koleksi pribadi

Kebetulan beberapa waktu lalu kami mengunjungi salah satu cabang yang berada di daerah Sleman untuk mengetahui kondisi cabang dan acara turba untuk mencari masukkan-masukkan dari bawah untuk kami bawa ke pusat *macem anggota dewan saja*.

Sleman merupakan salah satu kabupaten DIY yang terletak disebelah utara kota Jogja. Daerah ini merupakan sentra salak pondoh. Rencana awal kami akan mampir ke restoran yang semua masakkannya terbuat dari salak. Berhubung dicari-cari tidak ketemu, akhirnya kami terdampar di restoran jejamuran. Yo wis lah, daripada tidak makan akhirnya kami pun mampir di restoran Jejamuran.

Seperti namanya, semua yang tersaji di restoran ini berbahan baku jamur. Jamur yang digunakan beraneka ragam, seperti jamur tiram (pleorotus ostreatus), jamur merang (volvariella volvacea), jamur shiitake (lentinula edodes), jamur kancing (agaricus bisporus), jamur lingzhi dan yang lain.

Menu yang ditawarkan di restoran ini diantaranya, tongseng jamur, rendang, asam manis, pepes jamur, sup jamur kuah bening, gulai jamur dan sup krim jamur yang berisi campuran jagung, kacang polong, roti panggang dan tentunya jamur. Sementara jamur yang dipakai adalah jamur champignon atau jamur kancing. Bagi penggemar masakan pedas, silahkan mencicipi pedasnya jamur bakar pedas dan King Oyster Lada hitam. Ada juga menu spesial yang berbeda tiap harinya, seperti tumis jamur lombok ijo dan gudeg jamur.

Menu yang paling membuat penasaran ialah King Oyster Lada hitam dan Gulai jamur. Selain dua menu tersebut, kami juga memesan sate jamur khusus untuk anak-anak *ceritanya kerja sambil oyong-oyong bawa anak-anak. Maklum emak-emak, kerja juga anaknya dibawa :D*.

King Oyster Lada Hitam merupakan steak jamur yang ditaburi lada hitam. Rasanya mak nyus, pokoknya nendang banget. Kalau inget kelezatannya jadi pengen mampir lagi.

Saya pernah mencicipi steak di restoran jamur yang lain, tekstur steaknya lepek dan rasanya eneg. Kalau King Oyster Lada Hitamnya Jejamuran agak crispy, cocok banget saat dicocol-cocolkan ke kuah kentalnya.

Untuk minumannya Jejamuran menyediakan beberapa minuman yang juga terbuat dari jamur yaitu wedang jejamuran. Minuman dengan pencampuran bahan bahan seperti madu, jamur lingzhi serta rempah rempah.

Menu pilihan saya

Menu pilihan saya

Di Jejamuran kita juga bisa melihat koleksi jamur yang mereka miliki diantaranya, jamur Kuping, jamur Tiram, jamur Lingzhie, jamur Merang. Ada jamur yang bentuknya mirip bunga mawar dan berwarna pink *saya lupa namanya*.

Koleksi Jamur

Selain menunya yang oke punya, tempatnya pun sangat nyaman hingga membuat pelanggan yang datang malas beranjak. Pengunjung Jejamuran ternyata tak hanya penduduk lokal saja, beberapa kali saya lihat turis dari berbagai negara bersliweran disana. Nama Jejamuran mungkin sudah mendunia ya.

Sebelum pulang, jangan lupa membeli oleh-oleh untuk sanak saudara dan handaitaulan. Terdapat aneka camilan yang berbahan baku jamur. Selain itu, ada juga aneka criping buah seperti, criping nangka, salak dan lain sebagainya. Dan satu lagi yang spesial, kita suga bisa membeli limun Sarsaparila disini. Limun jaman bahuela yang konon kabarnya kini mulai punah karena sepi peminat.

IMG01468-20130503-1639

Jika teman-teman berkesempatan datang ke Jogja, jangan lupa mampir Jejamuran untuk merasakan sensasi kuliner jamur.

Salam,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

.

You might also like:

Tips memilih jenis usaha

Toko Online

Market Digital

Iklan

46 pemikiran pada “Icip-icip Jamur di Jejamuran

  1. saya juga penyuka dan penikmat jamur terutama yang berbentuk kancing. Dulu waktu dikampung sangat gampang nyari jamur jenis ini karena tetangga ada yang usaha. Sekrang justru yang lebih banyak jamur jenis tiram

  2. Assalamualaikum..
    lama ngga berkunjung….
    piye kabare mba?sehat??

    jamur, wah itu kesukaan saya dan istri mba….
    kebetulan tetangga ada yang budidaya tentunya tinggal beli dengan jamur yang masih segar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s