GA Indahnya Persahabatan Blogger [Diperpanjang]

Sahabat2

Berhubung ada beberapa sahabat blogger yang berkenan menjadi sponsor, maka saya dan mbak Lies sepakat untuk mengundur DL GA Persahabatn Blogger ini sampai dengan tanggal 16 Juli 2013. Pengumuman pemenang Insya Allah kami umumkan tanggal 18 Juli 2013.

Saat ini kami sudah mulai mencicil menilai tulisan teman-teman semua. Dan berikut nama dan link peserta GA persahabatan blogger yang sudah menyetorkan tulisan.

Baca Selengkapnya

Iklan

Resensi #Habiskan Saja Gajimu!!

Habiskan

Jika ada pertanyaan seperti dibawah ini, kira-kira jawaban mana yang akan Anda jawab.

Mana yang lebih mudah dilakukan:

  1. Menyisakan uang
  2. Menghabiskan uang

Mana yang lebih menyenangkan untuk dilakukan:

  1. Menyisakan uang
  2. Menghabiskan uang

Mana yang lebih sering gagal dilakukan:

  1. Menghabiskan uang
  2. Menyisakan uang

Hmm, sebagian orang pasti memilih jawaban ke-2, betul?

Baca Selanjutnya

Review Novel#Test Pack, Ujian Perkawinan

IMG01505-20130505-1624

Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih pada Delcate Living yang sudah mengirimi novel ini jauh-jauh dari Kalimantan Barat. Pastinya seneng banget dong. Apalagi pas lihat cover bukunya, pasti ni novel bagus banget. Kok bisa tau kalo ni novel bagus padahal belum baca? Jawabannya gampang, gak mungkin novel jelek di filmkan :mrgreen:

Novel yang sudah 14 kali cetak ulang ini mampu menggali ide yang sederhana menjadi cerita yang kompleks dan penuh kejutan. Berkisah dengan bahasa yang mengalir serta sudut pandang yang inovatif. Test pack menjadikan ruang kehidupan pasangan suami istri bersekat-sekat dan berlorong-lorong dimana hal itu kerap menjadikan suami istri tersesat, bertabrakan, menemukan jalan buntu, menyadari indahnya cinta, atau bahkan terpisah untuk selamanya.

Cerita dalam novel ini sejatinya terfokus pada sepasang suami istri, Arista Natadingrat  (Ita) dan Rahmat Natadiningrat (Rahmat) yang telah 7 tahun menikah dan belum memiliki momongan.

Pada awalnya tak ada masalah yang sangat berarti dalam keluarga ini. Hanya percikkan-percikkan kecil yang semakin mempererat jalinannya. Rahmat bisa menerima kondisi Ita. Tak pernah mempermasalahkan anak. Hingga suatu hari, Ita menemukan kenyataan bahwa Rahmat infertil.

SEBAGIAN dari kita mungkin ada yang mencintai seseorang karena keadaan sesaat. Karena dia baik, karena dia pintar, even mungkin karena dia kaya. Tidak pernah terpikir apa jadinya, kalau dia mendadak jahat, mendadak tidak sepintar dahulu, atau mendadak miskin.

Will you still love them, then?

That’s why you need commitment.

Don’t love someone because of what/how/who they are.

From now on, start loving someone, because you want to.

Kalimat indah diatas mengingatkan saya pada sebuah cerita nyata tentang seorang laki-laki yang setia mendampingi istrinya dalam kondisi apapun yang selalu membuat saya terharu kala mengingatnya.

Pada suatu hari, anak-anak pak X, sebut saja begitu, menemui ayahnya untuk membicarakan masa depan ayahnya.

“Pak, sudah 13 tahun bapak merawat kami dan ibu yang terbaring sakit. Menjadi ayah dan ibu buat kami hingga kami bisa mandiri dan menggantikan tugas bapak.”

“Kini, ijinkan kami menggantikan bapak untuk merawat ibu. Jika bapak ingin menikmati masa tua bapak dan ingin menikah lagi, kami telah bersepakat mengijinkannya.”

Mendengar perkataan anak-anaknya, pak X tergugu, hingga badannya terguncang.

“Bagaimana mungkin bapak meninggalkan ibumu dalam kondisi saat ini sementara di masa sehatnya ia telah mengabdikan hidupnya untuk bapak.”

“Sungguh, bapak bahagia dengan keadaaanku saat ini. Jangan kalian paksa bapak meninggalkan ibumu.”

***

Pernikahan sejatinya bukan sekedar soal masih ada cinta atau tidak, masih butuh atau tidak, masih sepaham atau tidak, akan tetapi lebih dari itu. Seiring berjalannya waktu, jika tak dipupuk cinta akan layu bahkan kadang mati. Semakin lama usia pernikahan, masalah yang dihadapi bukan semakin berkurang tapi semakin bertambah. Disinilah cinta diuji. Kini saatnya kita berpikir untuk mencintai seseorang karena kita menginginkannya.

From now on, start loving someone, because you want to.

***

Judul: Test Pack

Penulis: Ninit Yunita

Penerbit: Gagas Media

Halaman: 202

Resensi Buku # Surat Dahlan

47687_434515203270029_1549910856_n

Judul Buku: Surat Dahlan

Pengarang: Khrisna Pabichara

Penerbit: Noura Books

Terbit: Januari 2013

Jumlah Halaman: 400

Harga: Rp62.500

***

Sebuah pepatah yang mengatakan bahwasanya pengalaman adalah guru terbaik ternyata benar adanya. Novel Sepatu Dahlan sejatinya merupakan novel pertama Khrisna Pabichara. Walaupun demikian, novel Sepatu Dahlan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terbukti novel tersebut menjadi best seller dan masuk dalam 5 Besar Anugerah Pembaca Indonesia.

Sebelum menulis Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan, Khrisna Pabhicara telah menulis 16 buku, baik fiksi maupun nonfiksi diantaranya, Gadis Pakarena yang masuk 10 besar KLA 2012.

Novel Surat Dahlan yang merupakan buku kedua dari Trilogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan ini tak kalah seru dengan buku Sepatu Dahlan. Novel ini menceritakan kisah Dahlan diperantauan.

Pengembaraan Dahlan sampai di kota Samarinda. Kota dimana ia gantungkan impian dan harapan masa depan. Impian meraih cita-cita serta harapan untuk dapat menikahi Aisha sesuai janjinya pada wanita yang dicintainya itu.

Bosan dengan dunia kampus yang hanya menawarkan retorika dibanding realita menyebabkan semangat kuliahnya mengendur. Saat kebosanan Dahlan berada dititik nadir, surat bapak, Iskan datang. Surat sederhana yang ‘menyengat’ dan membangkitkan semangatnya kembali.

Di akhir surat ini, izinkan pula Bapak mengutip petilan kitab Lubabul Adab. Di dalam kitab itu, Usamah ibn Munqidz dengan apik bertutur ihwal pesan Nabi Isa a.s. kepada para pengikutnya. “Wahai para pengikutku, kalian tidak akan berhasil meraih cita-cita, kecuali kalian bersabar atas apa yang kalian tidak inginkan. Kalian takkan sanggup meraih keinginan, kecuali kalian meninggalkan apa yang kalian gandrungi.”

Tuhan tidak pernah tidur. Meski begitu, ingatlah, tidak semua yang kita inginkan akan tercapai. lagi pula, mestinya kau menyadari, makin tinggi sebatang pohon, makin kencang angin menerpa. Begitulah hukum alam. Jadi, tabahlah. pada saat seperti itu terjadi, sabar dan ikhlas adalah obat paling mustajab.

Salam dari Kebon Dalem

***

Pertemuannya dengan nenek Saripa yang telah menyelamatkannya dari kejaran tentara setelah aksi unjuk rasa yang ia lakukan dengan beberapa kawan PII, Syaful, Latif, Syarifuddin, dan Nafsiah untuk memprotes kebijakan pemerintah saat itu telah dianggap subversif menjadi ‘pelajaran’  hidup yang sangat berharga baginya.

Pertemuan dengan nenek Saripa jualah yang mempertemukan Dahlan dengan Sayid, keponakan nenek Saripa yang bekerja sebagai wartawan koran lokal  Mimbar Masyarakat yang pada akhirnya mengenalkannya pada dunia jurnalistik.

Berawal dari menjadi wartawan biasa hingga menjadi Redaktur Pelaksana. Kesempatan langka untuk belajar tentang jurnalistik dimajalah Tempo yang pada akhirnya membuatnya direkrut menjadi Koresponden Daerah pun tak ditolaknya. Hal itu pula yang mengawali buah kerja kerasnya hingga akhirnya menjadi Pemimpin Redaksi Surat Kabar Jawa Pos.

Novel Surat Dahlan ini juga dibumbui dengan cinta segi empat antara Dahlan dengan dua teman masa kecilnya, Maryati dan Aisha serta Nafsiah, teman sesama aktifis di PII.

Berbeda dengan novel sebelumnya, novel Surat Dahlan kurang me’nggigit’. Cerita pasca persembunyian di rumah nenek Saripa kurang tergali secara apik. Dampak psikologis dari pengejaran tentara terhadap Dahlan dan kawan-kawan di PII tidak diulas secara mendalam oleh penulis.

Ditulis dengan bahasa yang sederhana menjadikan Novel Surat Dahlan ini mudah dipahami oleh pembaca. Kisah-kisah perjuangan saat menjadi mahasiswa hingga kariernya didunia jurnalistik yang inspiratif sangat sayang untuk dilewatkan.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Menulis Fiksi itu Seksi?

HaMaZza's Blog

HBagi diriku yang punya imajinasi cekak, menulis fiksi laksana ‘Pungguk merindukan bulan’. Sulit dan ndak mungkin!

Tapi kalau dipikir-pikir apalah yang ndak mungkin di dunia ini. Minjem pepatah ala orang kulon alias orang barat, Wherethere is a will there is a way utawa Man jadda Wa Jadda ala orang Arab yang artinya sama, siapapun yang punya kemauan dan berusaha mewujudkannya maka suatu saat akan terwujud juga.

Buku ‘Menulis fiksi itu seksi’ karya Alberthiene Endah banyak bertutur tentang seluk beluk menulis novel. Dalam buku itu dipaparkan jika tak semua orang yang memiliki kemampuan menulis fiksi dan mempunyai ide brilliant akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk membuat sebuah novel. Kenapa? Pastinya semua terkait MOTIVASI yang dimilikinya. Biasanya menggebu-gebu diawal tapi pada pertengahan stag, berhenti menulis dan tidak memiliki gairah untuk melanjutkan dengan berbagai alasan.

Menjadi penulis berarti siap membawa catatan kemanapun ia pergi karena ide kadang muncul disaat yang tidak…

Lihat pos aslinya 250 kata lagi

Review Buku# Cerita Di Balik Noda, Ada Banyak Cerita Seru Dibalik Kotornya Noda

1359621710613_BukuCeritadiBalikNoda

Judul : Cerita Di Balik Noda – 42 Kisah Inspirasi Jiwa
Penulis : Fira Basuki
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia
Tebal  : 235 halaman
Cetakan Pertama : Januari 2013
Harga : Rp. 40.000,-
ISBN  : 978-979-91-0525-7

***

”Hidup semakin kaya ketika kita bersentuhan dengan “noda”.Ya, hidup itu seperti baju kotor. Ketika noda dihilangkan dengan mencucinya bersih-bersih, kita ibarat telah memasuki hidup baru, masa depan baru, dan harapan baru. Selalu ada hikmah di dalam sepercik ”noda”.”

(Fira Basuki)

Ditangan Fira Basuki, cerita sederhana tentang noda menjadi cerita yang menarik dan inspiratif yang menyadarkan kita, para orang tua bahwa ada banyak hal yang dapat kita pelajari dibalik kotornya noda.

Pengalaman Fira Basuki malang melintang dalam dunia tulis menulis dengan menjadi kontributor dibeberapa media asing serta menjadi penulis yang melahirkan novel-novel best seller menjadikan buku CERITA DI BALIK NODA menjadi buku yang penuh greget, mencerahkan dan terkadang mengharu biru.

Buku CERITA DI BALIK NODA berisi 42 kisah inspiratif yang merupakan cerita-cerita para peserta lomba menulis bertema “Cerita di Balik Noda” yang di adakan oleh Rinso Indonesia melalui Facebook. Sementara Fira Basuki menulis empat judul tulisan yaitu “Bos Galak”, “Sarung Ayah”, “Pohon Kenangan” dan “Foto”.

Pada mulanya saya mengira buku ini hanya bercerita seputar noda dengan tokoh utamanya ibu dan anak yang menodai bajunya dengan kotoran. Pada kenyataannya saya salah besar. Ternyata tokoh utama dalam buku ini sangat beragam, seperti dalam cerita “Bos Galak”, tokoh utama dalam cerita ini ialah Rani dan sang bos.

Dalam kisah “Bos Galak” diceritakan Rani yang baru lulus sebulan yang lalu dari sebuah perguruan tinggi diterima disebuah perusahaan jasa periklanan Internasional. Rani sedikit resah karena ia mendapat informasi dari teman-temannya jika si bos, Elsa terkenal galak. Dan kegelisahan itu semakin menjadi tatkala ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Elsa memarahi Ira tatkala proposal iklan yang ia buat dianggap jelek oleh Elsa.

Disisi lain Rani berkeyakinan bahwa “BOS JUGA MANUSIA”. Segalak-galaknya Elsa, pasti suatu saat luluh juga. Beberapa minggu sebelum ulang tahun Elsa, Rani mengusulkan pada kawan sekantornya untuk memberikan kejutan pada Elsa dihari ulang tahun Elsa.

Pada awalnya kawan-kawan Rani keberatan dengan usulannya. Akan tetapi akhirnya Rani bisa menyakinkan kawan-kawannya. Dan pada hari H, Elsa benar-benar surprice hingga terharu mendapatkan kejutan dari Rani dan kawan-kawan. Melihat reaksi yang ditunjukkan Elsa, saking gembiranya,  tanpa sengaja Bima menyenggol kue ulang tahun hingga mengenai baju Elsa.

Lain lagi dengan cerita “Sarung Ayah”. Dalam kisah ini diceritakan, Hani dan anaknya, Dewi yang tengah berjuang untuk tetap tegar saat menerima kenyataan bahwa Hendro, suaminya meninggal karena serangan jantung dalam perjalanannya menuju Solo saat mendapatkan tugas untuk melihat kantor cabang bank yang baru dibuka dari kantor tempatnya bekerja.

Sarung Hendro yang menjadi pokok cerita ini diceritakan secara apik oleh Fira Basuki. Benar-benar mampu menguras air mata.

Tak ada gading yang tak retak. Ada beberapa kesalahan editing pada beberapa kalimat dalam buku ini, seperti tulisan jazad yang seharusnya ditulis jasad pada halaman 56.

Dalam cerita “Sarung Ayah”, pada halaman 57 terjadi kesalahan fatal dalam penulisan nama. Di halaman 56 tertulis jika Dewi merupakan anak Hendro dan Hani, sementara Wulan merupakan adik Hendro, tetapi dihalaman 57 tertulis Wulan merupakan anak Hani dan Hendro. Mudah-mudahan pada cetakan selanjutnya kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam buku ini telah diperbaiki oleh penulis hingga tidak menimbulkan kebingungan pembaca.

Buku ini sayang untuk dilewatkan. Selain bahasa yang digunakan mudah dipahami, konflik yang dibangun mampu menguras emosi pembaca. Ada banyak kejutan yang sayang untuk dilewatkan.

Postingan  Cerita di Balik Noda dan Berani Kotor itu Baik  ini diikutsertakan dalam Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” yang diselenggarakan oleh KEB bekerjasama dengan Rinso. 

KEB