Icip-icip Jamur di Jejamuran

Hal yang paling saya sukai saat melakukan kunjungan ke cabang-cabang ialah mencari tempat makan yang belum pernah saya coba. Satu hal yang saya syukuri, Alhamdulillah, adik saya yang menjadi partner saya memiliki kegemaran yang sama. So, kami tak hanya klop dalam urusan kerjaan, klop pula dalam urusan perut ūüėÜ Oya, satu lagi persamaan saya dan adik saya, kami sama-sama suka masakan pedas.

Koleksi pribadi

Koleksi pribadi

Kebetulan beberapa waktu lalu kami mengunjungi salah satu cabang yang berada di daerah Sleman untuk mengetahui kondisi cabang dan acara turba untuk mencari masukkan-masukkan dari bawah untuk kami bawa ke pusat *macem anggota dewan saja*.

Baca Selengkapnya

Iklan

Ke Gunung Kidul Tak Lengkap Tanpa Mencicipi Thiwul

Setiap mendengar kata Gunung Kidul, yang terlintas dalam benak kita ialah daerah pegunungan kapur yang tandus dan kering. Siapa sangka dibalik tandusnya, salah satu kabupaten yang terletak di sebelah timur Kota Yogyakarta ini menyimpan keelokkan gua karst (gua di kawasan tanah kapur) dan pantai yang indah nan eksotik. Tercatat ada 10 pantai nan menawan yang sayang untuk dilewatkan diantaranya, pantai Indrayanti, Krakal, Sundak, Sadeng, Wedhiombo, Sepanjang, Ngobaran, Nggrenehan, Siung dan Baron.

Kondisi alam yang tidak bersahabat menyebabkan sebagian besar penduduk Gunung Kidul memilih merantau ke kota-kota besar Jawa seperti Jakarta dan Surabaya. Selain menjadi pembantu rumah tangga dan buruh pabrik, banyak diantaranya memilih membuka usaha warung tegal, mie ayam ataupun bakso.

Tanah  tandus dan berkapur dengan minimnya curah hujan menjadikan daerah ini selalu mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih saat musim kemarau. Dengan kondisi alam demikian, para petani di Gunung Kidul lebih memilih menanam singkong, pohon jati, jagung, kacang tanah dan kacang mede. Sementara padi hanya ditanam setahun sekali tatkala musim penghujan tiba.

Singkong hasil panenan selain dijual juga dikonsumsi sendiri oleh penduduk setempat untuk diolah menjadi gaplek. Pembuatan gaplek sangatlah mudah. Pertama-tama singkong dikupas, lalu dipotong-potong sebesar jari orang dewasa, setelah itu dijemur hingga kering. Gaplek merupakan bahan baku pembuatan thiwul, panganan khas pegunungan Kidul (Gunung Kidul Yogyakarta, Pacitan, dan Wonogiri).

Thiwul khas Gunung Kidul

Kandungan Gizi Thiwul

Tiwul banyak dikonsumsi oleh masyarakat pegunungan kidul (Gunung Kidul Yogyakarta, Pacitan, dan Wonogiri) sebagai pengganti nasi. Sekalipun kandungan kalori thiwul lebih rendah dari nasi atau beras (121 kal), namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras.

Gaplek sebagai bahan baku thiwul mengandung protein 1,5 gram, karbohidrat 81,3 gram, lemak 0,7 gram, kalsium 80 miligram, fosfor 60 miligram, dan zat besi 2 miligram.  Selain itu juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,04 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari penelitian terhadap 100 gram Gaplek, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.

Cara membuat thiwul

thiwul proses 1

Cara membuat tiwul tidaklah rumit, singkong yang telah diolah menjadi gaplek ditumbuk hingga menjadi tepung (Cassava), diberi sedikit air hingga menjadi butiran-butiran kecil seperti nasi, lalu diletakkan ditampah, diayak untuk dipisahkan antara butiran halus dan kasar. Proses ini biasa disebut  ditinting. Kukus hingga berwarna kecoklatan dan teksturnya serupa dengan nasi. Saat mengukus thiwul jangan lupa memberi lubang pada tengahnya sebagai jalan keluar uap air. Lebih enak lagi jika thiwul dimasak diatas tungku yang menggunakan kayu sebagai bahan bakarnya.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengolah thiwul. Saat menjemur singkong pastikan singkong benar-benar telah kering. Sebab jika saat proses penjemuran singkong tidak benar-benar kering, maka akan beresiko terhadap pertumbuhan jamur Aspergitus Flavus yang bisa menyebabkan keracunan hingga membawa kematian.

Selain itu, racun dalam thiwul disebabkan juga karena adanya kandungan asam sianida. Biasanya sinkong yang sudah terinfeksi memiliki rasa yang pahit dan warna pada pangkalnya berubah kebiru-biruan. Jika terdapat singkong seperti itu, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Thiwul

Jika Anda berkeinginan mencoba membuat thiwul, berikut bahan-bahan yang dibutuhkan serta cara pembuatannya.

Bahan:

  • 300 gr tepung gaplek atau tepung tapioka (tepung cassava)
  • 70 ml air
  • 2 lbr daun pandan
  • 100 gr gula merah, sisir

Taburan:

  • 1/4 btr kelapa muda parut panjang
  • 1 lbr daun pandan
  • 1/4 sdt garam

Cara membuatan:

  1. Taruh tepung gaplek di atas tampah, perciki dengan air sambil diaduk-aduk hingga adonan berbutir seperti pasir, sisihkan.
  2. Masukkan adonan ke dalam dandang yang telah dipanaskan dan dialasi daun pisang, taruh gula merah sisir secara acak, kukus hingga 60 menit, angkat.
  3. Kukus pula kelapa parut dengan daun pandan dan garam selama 15 menit, angkat.
  4. Sajikan tiwul bersama kelapa parut.

Thiwul paling enak dinikmati tatkala masih hangat dan masih menyisakan uapnya, dalam bahasa jawa biasa disebut kebul-kebul. Tak hanya enak dijadikan panganan ringan, tiwul juga enak dimakan dengan gulai daun singkong dan ikan goreng ataupun dicampur dengan sayur lombok ijo yang juga makanan khas Gunung Kidul.

Tulisan ini dikut sertakan dalam blog writing competition ‘Jelajah Gizi 2’ dengan tema Kekayaan Gizi Daerah Pesisir yang diselenggarakan oleh Sari Husada.FA-Poster-Event-Sarihusada-40cm-x-60cm-R3-682x1024

Sumber:

  • nutrisiuntukbangsa.org
  • food.detik.com
  • blog.umy.ac.id
  • Foto koleksi Aan Prihandaya

Dawet Ireng Khas Butuh

DawetJika teman-teman berkesempatan bertandang ke Purworejo jangan lewatkan untuk mencoba minuman yang satu ini. Namanya ‘Dawet Ireng’ khas daerah butuh (orang jawa biasa menyebut mbutuh. Seperti mbali saat menyebutkan pulau Bali).

Disebut dawet ireng atau dawet hitam karena butiran cendol berwarna hitam. Selidik punya selidik, warna hitam cendol ini berasal dari abu jerami yang kemudian dicampur dengan air hingga menghasilkan air berwarna hitam. Lalu air tersebut disaring dan digunakan sebagai pewarna cendol. Benar-benar alami bukan? Untuk higienisnya saya kurang tahu, yang jelas Alhamdulillah selama berkali-kali meminumnya tak ada keluhan.

Hampir sama dengan jenis dawet lain, dawet ireng khas butuh ini dicampur dengan santan yang sudah direbus dan juruh dari gula jawa. Maaf, saya agak bingung mengartikan juruh dalam bahasa Indonesia. Yang jelas juruh terbuat dari gula jawa yang dimasak dengan air hingga mengental.

Dawet1

Dawet ireng dapat ditemukan disepanjang jalan Purworejo-Kutoarjo. Dengan harga rata-rata 3.000 rasanya cukup enteng dikantong bukan.

Bagaimana kawan, apakah kalian tertarik mencoba dawet ireng khas butuh?

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

Yang pengen dapetin buku ‘Cerita dibalik noda atau menulis fiksi itu seksi’ ditunggu komennya, klik di Perlindungan . DL sampai tanggal 30 April dan hanya dipilih 2 komentar terbaik. So, buruan ya ūüėÄBuku1

Rumah Pohon

RP1Dapat info dari adik kalau di Jogja ada tempat makan yang unik banget namanya Rumah Pohon. Sesuai dengan namanya, Rumah pohon dibangun bertingkat-tingkat dengan material bambu.

Penasaran?

IMG01239-20130407-1149

Narsis dulu ya

Sama. Saya pun penasaran. Didorong rasa penasaran, akhirnya hari minggu kemarin saya sambangi rumah makan tersebut.

Mencarinya gampang banget. Dari tugu Jogja lurus kearah utara, ketemu perempatan belok kekiri atau ke arah jalan W Mongisidi. Pas ketemu jalan berkelok ada gang ke utara atau ke kanan. Nah kita masuk ke kanan.

 

Ada beberapa menu makanan unik disana, seperti Gulai Goreng, Nasi Guendheng dan Brongkos Kraton.

Gulai goreng ialah daging kambing yang dibumbui kemudian gigoreng. Jika gulai kambing biasa kuah menggunakan santan, kuah gulai goreng bening seperti kuah sop.

PR Makanan

Beberapa minuman juga tergolong unik seperti Es Wedus Gembel yang merupakan perpaduan antara rempah dan tape ketan. Ada juga Es Campur Rondo kendit yang mirip dengan es teler. Sementara Wedang keraton merupakan minuman herbal yang terbuat dari jahe, kayu manis, secang, jeruk nipis serta serai.

Minuman

Dibagian paling atas atau biasa disebut gardu pandang bisa menyaksikan view Gunung Merapi. Sayang saat saya datang cuaca mendung hingga gunung Merapi tak terlihat.

PR View

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Jangan Podo Moro

Podo Moro

Dalam bahasa jawa, jangan berarti sayur. Sedangkan podo moro berarti berdatangan. Jadi arti bebasnya sayur yang bahan-bahannya campur aduk alias bukan jodohnya.

Adakalanya saat kita memasak tidak semua bahan yang kita beli digunakan. Dengan berbagai pertimbangan seperti, jika dimasak semua dikhawatirkan terlalu banyak maka kita sisihkan beberapa buah.

Tetapi jika hal itu berulang, maka sayuran yang tersisa akan semakin banyak. Seperti pengalaman saya kemarin. Beberapa kali memasak harus menyisihkan bahan baku, maka terkumpulah 1 terong ungu, 1 tempe, 1 jipang atau labu siem, dan 1 genggam kacang panjang, maka saya putuskan untuk memasak sayur lodeh.

Mengapa pilihan jatuh pada sayur lodeh?

Sebenarnya bukan hanya sayur ladeh saja alternatif untuk membuat “jangan podo moro”. Selain lodeh, kita bisa membuat sayur tumis atau dalam bahasa jawa disebut oseng-oseng. Secara bumbu untuk kedua jenis masakan tersebut sama persis, bedanya yang satu pakai santan dan yang satunya kering.

Kedua jenis sayur itu dipilih karena keduanya memungkinkan untuk dimasak pedas. Ya, kunci dari sayur podo moro ialah tingkat kepedasan ekstranya.

Bagaimana jika tidak menyukai masakan pedas?

Alternatif lain jika tidak menyukai pedas yaitu diberi irisan daging. Walaupun seperti apapun hasilnya rasanya tetap daging bukan? ūüėÜ

Untuk masakan non pedas rekomendasi saya ditumis atau disayur bening dicampur daging. Kedua jenis sayur tersebut juga memiliki kesamaan bumbu.

Jika penyuka pedas bisa mencampurkan semua bahan dengan kedua jenis sayur, lain halnya dengan sayuran non pedas.

Kita harus pintar memilih jenis sayur apa yang sesuai dengan jenis sayuran yang ingin kita masak. Jika komposisi sayuran seperti yang saya ungkapkan diatas, rasanya untuk sayur bening komposisi tersebut kurang pas. Dan yang membuat tidak pas ialah terong ungunya. Jadi akan lebih baik jika ditumis.

Dan inilah hasil kreatifitas saya di DPR alias dapur sodara. Tralaaa

Podomoro1

Walaupun tidak seindah dan seenak hasil karya para Chef, tapi yang penting seluruh anggota keluarga lahap menyantapnya.

Hasil jangan podo moro juga menjadi bukti jika saya termasuk ibu kreatif *muji diri sendiri* mampu memanfaatkan sayuran yang ada agar tidak terbuang ūüėÜ

Selamat berkreasi

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Gathot dan Thiwul Yu Tum

Setiap berkunjung ke cabang yang ada di Wonosari Gunung Kidul, saya selalu menyempatkan untuk mampir membeli oleh-oleh khas Gunung Kidul di outlet Thiwul Yu Tum yang ada di Jalan Pramuka Wonosari Gunung Kidul. Ya, selain sego abang lombok ijo dan bacem belalang, Gunung Kidul terkenal dengan thiwul dan gathotnya.

Gathot dan thiwul Yu Tum bagi saya sangat istimewa. Terutama thiwulnya. Beda dari yang biasa dijual di pasar dekat rumah. Tingkat kemanisannya pas dan teksturnya kesat sehingga tidak lengket ditangan, bahasa jawanya mempyur.

Yu Tum menyediakan 3 jenis thiwul di outletnya. Thuwul srintil yang bentuknya agak kasar mirip biji beras. Rasanya manis-manis gurih dengan tingkat kemanisan sedang. Sementara bagi yang suka manis bisa memilih thiwul jenis ceblong yang diisi gula jawa pada lubangnya.

Jenis thiwul yang ketiga yaitu thiwul tumpeng. Thiwul ini dibentuk seperti nasi tumpeng dengan hiasan gathot pada pinggir-pinggirnya. Oya, jika tidak suka dengan camilan manis, disini juga disediakan thiwul dan gathot rasa original.

Gethuk1Sambil menunggu thiwul pesanan saya disiapkan, saya blusukkan ke dapur yang terletak dibelakang outletnya, melihat bagaimana thiwul diproses.

Ternyata proses pembuatan thiwul dan gathotnya masih menggunakan cara-cara tradisional. Masih menggunakan tungku yang bahan bakarnya dari kayu. Mungkin inilah salah satu factor thiwul dan gathotnya begitu yummy.

Jika thiwul memiliki tiga jenis rasa dan tekstur, gathot Yu Tum memiliki dua rasa yaitu rasa nangka dan jahe. Akan tetapi sangat disayangkan, rasa nangka hanya dapat ditemui tatkala sedang musim nangka saja. Jika tidak sedang musim, gathot yang tersedia hanya rasa jahe saja.

Dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan ke pantai-pantai di wilayah Gunung Kidul, rasanya thiwul dan gathot Yu Tum bakal laris manis. Apalagi letak outletnya yang sangat strategis. Ya, outlet Yu Tum persis berada dijalan yang dilewati wisatawan menuju pantai-pantai di daerah Gunung Kidul.

Usaha thiwul dan gathot ini sebenarnya telah dirintis Tumirah atau lebih dikenal dengan sebutan Yu Tum sejak tahun 1985. Awalnya yu Tum berjualan keliling kampong menjajakan thiwul dan gathotnya. Baru pada tahun 2004 Yu Tum dibantu sang menantu membuka outlet pertamanya di Jalan Pramuka.

Kini selain menjual thiwul dalam bentuk jadi, manajemen thiwul Yu Tum juga membuat thiwul dan gathot instan yang bisa diolah sendiri oleh pelanggannya. Sebuah inovasi produk yang sangat apik. Ya, inovasi merupakan kunci cerdas sebuah perusahaan agar tetap survive.

Inovasi yang dilakukan bisa meliputi banyak hal. Diantaranya produk, dalam contoh usaha thiwul dan gathot Yu Tum, inovasi berupa thiwul dan gathot instan memberi kemudahan bagi pelanggannya yang berdomisili jauh dari outletnya untuk tetap bisa membawa pulang oleh-oleh berupa thiwul dan gathot untuk sanak saudara dan handai taulannya.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Menjijikkan tapi Uenak

Kalian pernah melihat binatang yang satu ini kawan,

Belut segar

Ya, belut memang terlihat menjijikkan. Tapi siapa sangka, belut yang hidup di lumpur ini mengandung gizi yang cukup tinggi.

Sama seperti jenis ikan lainnya, daya cerna  protein  dalam  belut juga sangat tinggi. Cocok untuk dijadikan sumber protein bagi  semua kelompok  usia,  dari  bayi  hingga lansia.

Belut juga kaya akan zat besi,  jauh  lebih tinggi  dibandingkan  zat besi pada  telur dan daging. Selain itu belut  juga  kaya  akan fosfor, kandungan fosfornya dua kali lipat dibanding fosfor dalam telur.

Fosfor berfungsi sebagai  energi  dan kekuatan pada metabolisme lemak dan karbohidrat. Fosfor juga berfungsi sebagai penunjang kesehatan gigi dan gusi, serta membantu penyerapan kalsium  yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil.

Ibu hamil membutuhkan fosfor lebih tinggi, terutama  untuk  pembentukan tulang  janin.  Jika asupan fosfor  kurang,  janin  akan mengambil dari ibunya. Hal inilah yang menjadi salah  satu  penyebab tulang rapuh pada wanita lebih tinggi daripada pria.

Tingginya  kadar  asam glutamat dalam belut, membuat rasanya enak dan gurih walaupun dalam proses pematangan  tidak ditambahkan  penyedap  rasa (MSG). Seperti gambar dibawah ini.

Sambel belut pete

Cukup goreng belut, kemudian buat sambal dengan komposisi bawang putih, garam, cabe dan sedikit kencur. Lebih enak jika bahan-bahan sambal di goreng terlebih dahulu kecuali kencur. Setelah sambal dihaluskan, campur dengan belut sambil dipenyet. Rasanya…..Hmmm Mak Nyus ūüėÄ

Meskipun  memilik kandungan nilai gizi tinggi, lemak dalam belut juga cukup  tinggi lho. Kandungan lemak dalam belut mencapai  27  g per 100 g. Lebih tinggi dari lemak  dalam  telur  (11,5 g/100  g)  dan  daging  sapi (14,0 g/100 g). Kandungan lemak pada belut juga hampir  setara  dengan lemak pada daging babi (28 g/100 g).

Jadi harus tetap berhati-hati jika ingin mengkonsumsi belut dalam jumlah lebih, terutama bagi yang memiliki kadar kolesterol tinggi.