Tips Memilih Tas Sesuai Karakter

Bagi sebagian wanita, urusan penampilan bukanlah urusan yang rumit. Cukup memakai pakaian yang nyaman dibadan dan tentunya sesuai dengan bentuk tubuhnya. Model pakaian, aksesoris yang dikenakan serta tasnya pun menjadi urusan nomor dua.

Tapi bagi sebagian yang lain, urusan penampilan menjadi sedikit lebih rumit karena pakaian yang dikenakannya harus disesuaikan dengan tas dan aksesoris pendukungnya agar terlihat matching dan mengikuti perkembangan mode terkini.

Padahal jika kita cermati, kini model dan bentuk tas wanita serta aksesoris wanita berganti begitu cepat. Tas wanita dan aksesoris wanita yang saat ini sedang menjadi tren belum tentu tiga bulan atau enam bulan kemudian masih menjadi tren.

Tahukah Anda jika penampilan merupakan cermin kepribadian atau karakter seseorang?

Pepatah yang mengataka ‘Jangan menilai seseorang dari penampilannya’ ternyata tak selamanya benar. Pada kenyataannya 50% penampilan seseorang mencerminkan kepribadian ataupun karakter yang dimilikinya.

Menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, karakteristik fisik tertentu menjadi suatu faktor dalam perkembangan kepribadian. Sementara kepribadian diartikan sebagai ciri-ciri khas tingkah laku dan kebiasaan seseorang, yang nampak dari aktivitas fisik, mental dan sikap yang melekat pada dirinya yang dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya pola pikir, kemampuan berkomunikasi, intelegensi, kecakapan, pendidikan, kesehatan jasmani dan keseimbangan emosi.

Memilih Tas Sesuai Karakter

Watak dan kepribadian seseorang tergambar dari bagaimana ia berdandan dan memilih pakaian termasuk bagaimana ia memilih aksesoris serta tas yang ia kenakan.

Tas wanita dengan berbagai model dan ragamnya kini telah berubah menjadi kebutuhan pokok kedua setelah pakaian. Tak hanya berfungsi sebagai tempat memuat barang-barang yang diperlukan, tas juga menunjukkan karakteristik si empunya. Pada umumnya tas wanita dibagi dalam tiga karakteristik kepribadian wanita yaitu sporty, feminim, dan klasik.

aletta_polkadot_orange_3_

Jika Anda termasuk wanita sporty yang selalu bergerak aktif, pilihan tas serta aksesoris yang tepat adalah yang simpel dan kasual. Tas yang tepat untuk Anda kenakan ialah tas ransel yang bisa disandang dipunggung ataupun dipinggang. Saat memilih tas jenis ini pastikan ukurannya pas dengan postur tubuh Anda. Jangan terlalu besar ataupun terlalu kecil karena akan membuat tidak nyaman saat memakainya.

Wanita dengan kepribadian feminim biasanya senang tampil dengan pakaian yang serasi dengan tas serta aksesorisnya. Wanita dengan tipe ini selalu mengikuti mode terkini.

Tas yang cocok untuk wanita yang memiliki karakteristik feminim ialah tas model  Tote berbentuk persegi. Pilih yang berbahan kulit dengan pegangan tangan pendek dan bentuk persegi dengan dasar di bawahnya.

Sementara seorang yang memiliki kepribadian klasik digambarkan sebagai orang yang lebih mengutamakan kenyamanan, memilih corak yang sederhan, tak menyukai banyak pernak pernik sementara bahan tas yang dipilih ialah bahan yang tahan lama. Orang yang memiliki kepribadian klasik bukan berarti tak mengikuti perkembangan mode, ia selalu mengikuti perkembangan mode namun ia tetap memiliki pilihan tas dengan garis-garis standar. Jenis tas yang cocok dengan kepribadian klasik ialah tas dokter dengan tutup trendi.

Cantik dengan Inner Power

Melihat penampilan 20 wanita yang turut menikmati uang haram yang didapatkan Ahmad Fathanah dari hasil suap membuat saya terperangah. Siapa yang tidak iri melihat kecantikan mereka. Sebagai wanita mereka merupakan sosok yang memiliki penampilan sempurna. Bisa dipastikan tak sulit bagi mereka untuk mendapatkan pria dengan kriteria apapun yang mereka mau.

Entah mengapa saya jadi teringat sebuah tulisan mbak Fita Chakra yang menceritakan penuturan salah satu pembicara dalam acara Caring Colours yang bertajuk ‘Femme Talks Unlimited Kartini’. Pembicara itu bernama Angkie Yudistia . Ia seorang tuna rungu pendiri Thisable yang pernah mengalami diskriminasi saat mencari pekerjaan.

Cantik bukan bagaimana kamu terlihat, tetapi bagaimana kamu bertingkah laku

Salah satu kalimatnya yang membuat saya terkesan adalah, “Cantik bukan bagaimana kamu terlihat, tetapi bagaimana kamu bertingkah laku.” Glek, dalem banget khan?

Ya, cantik itu bagaimana kita bertingkah laku, bagaimana kita bersikap. Kalau hanya urusan tampilan luar itu urusan gampang. Hari gini, apa sih yang ndak bisa dipermak. Kalau dulu hanya celana jeans yang bisa dipermak kini apapun bisa. Hidung yang pesek dimancungin, bibir yang kurang seksi dibuat seksi, alis yang kurang sesuai dengan bentuk muka bisa di sulam. Wis pokoknya apa saja bisa syaratnya satu, ada uangnya.

Kecantikkan seseorang sejatinya dipengaruhi oleh tiga hal yang saya sebut ‘Inner Power’ yaitu, body (tubuh), soul (jiwa), spirit (semangat), yang berasal dari dalam dan akan terpancar keluar melalui sikap, tutur kata dan tingkah laku.

Tubuh merupakan tempat bagi jiwa dan kekuatan semangat berada. Keberadaannya mutlak kita jaga. Perawatan tubuh tak hanya bagaimana menjadikannya indah semata, tapi juga sehat karena tubuh ibarat istana bagi jiwa dan pikiran. Tak perlu mengubah bentuknya, cukup lakukan perawatan dari luar dan dalam seperti menjaga kebersihannya, berolahraga teratur, cukup istirahat, memberikan asupan gizi yang seimbang. Dengan merawat tubuh secara benar berarti kita telah mampu mensyukuri apa yang dianugerahkan Allah pada tubuh kita. Rasa syukur akan mempengaruhi kecantikan lahir. Orang yang bersyukur biasanya memiliki pikiran yang positif hingga akhirnya memancarkan aura positif pula.

Jiwa adalah energi dalam tubuh. Jika diibaratkan sebuah kendaraan, jiwa adalah mesin yang menggerakkan body kendaraan. Penting menggali kekuatan jiwa atau soul power, agar kita dapat mengakses kekuatan energi tersebut dan menggunakannya untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Jiwa yang sehat akan memancarkan ketenangan dan pribadi yang mempesona. Asah jiwa dengan pikiran positif dan kesyukuran pada yang kuasa.

Semangat ibarat bahan bakar yang digunakan kendaraan. Kualitas pertamax tentu berbeda dengan premium. Karena lebih bersih, menggunakan pertamax jauh lebih nyaman dan tarikannya pun lebih kencang.

Sama dengan semangat, ketika kita memiliki semangat yang tinggi untuk mencapai sesuatu, maka aral melintang didepan mata ataupun kegagalan yang datang justru akan menjadi pelecut untuk semakin maju. Jaga selalu semangat yang kita miliki dengan membaca biografi orang-orang hebat ataupun berkumpul dengan orang-orang hebat.

Tak perlu berkecil hati, seperti apapun keadaan kita, darimanapun kita berasal tak menghalangi kita untuk tetap cantik selama kita pandai mengolah Inner Power yang kita miliki. Selamat menikmati akhir pekan sobat.

Salam,

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Perempuan dan Bisnis: Bekal Mental Pengusaha

Bicara bisnis mengingatkan saya pada mendiang bapak. Bapak yang hanya bisa bersekolah sampai kelas 2 SD dan lebih sering tak bisa membaca tulisannya sendiri karena tulisannya mirip cakar ayam ini mempunyai visi yang luar biasa pada anak-anak perempuannya.

Bapak selalu berpesan pada kami anak perempuannya,”Kodratmu dadi wong wedok ki neng omah, momong anak, bekti karo suami, ngurus omah. Rasah mikir dadi pegawe. Dadi pegawe ki ndino-ndino ninggal omah. Nek pengen duwe penghasilan yo dagang wae.” (Kodratmu sebagai perempuan itu berada dirumah mengasuh anak, taat pada suami, mengelola urusan rumah tangga. Jangan pernah berpikir jadi pegawai, karena jadi pegawai itu harus meninggalkan rumah seharian. Kalau pengen punya uang ya berdaganglah)

Dan benarlah adanya, saya dan semua adik perempuan saya tidak ada yang menjadi pegawai. Semua berdagang. Sekolah berdagang dimulai sejak kami masih sekolah. Saya dan adik keempat saya mulai belajar bisnis sejak masih SMU. Sementara adik kedua saya mulai belajar bisnis sejak kuliah semester 2.

Awalnya kami hanya membantu usaha bapak. Ketika dirasa sudah mampu mengelola usaha sendiri, biasanya bapak memberi kami pinjaman modal untuk membuka usaha. Ya, pinjaman modal bukan modal cuma-cuma. Artinya suatu saat kami harus mengembalikan modal yang kami pinjam. Pinjaman lunak dengan batas waktu pengembalian longgar. Modal dikembalikan setelah usaha kami berjalan dan mampu untuk mencicil utang.

Mengapa pinjaman, bukan modal cuma-cuma? Alasannya agar kami lebih bertanggungjawab juga agar kelak saat kami berhasil kami memiliki kebanggaan tersendiri.

Lalu bagaimana jika usaha merugi karena salah kelola? Selama bukan karena alasan modal habis untuk foya-foya biasanya bapak menyuntikkan dana kembali. Tetap pada skema awal berupa pinjaman lunak yang boleh dicicil saat usaha telah berjalan.

Pernah suatu masa saya mengalami kebangkrutan hebat, tak tanggung-tanggung, hampir semua asset melayang hanya untuk membayar hutang. Saat itu saya betul-betul terpuruk. Satu-satunya tempat untuk bercerita selain Allah yaitu bapak. Dan inilah nasehat bapak yang melecut semangat saya untuk bangkit. “Rasah digetuni, mbok arep nangis getih we ra bakal bali. Sing wis rasah dipikir. Dadekno pelajaran berharga. Saiki kudu tangi lan ngadeg jejeg. Buktekno karo wong-wong sing ngolok-olok nek kowe mampu.” (Tak usah disesali. Menangis darah pun tak akan kembali. Yang lalu biarlah berlalu, jadikan itu sebagai pelajaran. Kini saatnya kamu harus bangkit, berdiri kokoh. Buktikan pada orang yang menghinamu kamu mampu)

Pelajaran pertama, bisnis merupakan dunia yang penuh dengan ketidak pastian. Kendala bisa datang diawal, ditengah atau bahkan saat bisnis sudah berkembang. Lingkungan yang mendukung sangat diperlukan. Saat semangat sedang kendor ataupun saat sedang terpuruk, bergaul dengan orang yang berpengalaman dalam berbisnis mampu mendorong semangat kita untuk bangkit. Kita juga akan mendapatkan pelajaran ataupun ide-ide bisnis dari pebisnis lain.

Beruntung saya hidup dalam keluarga pedagang hingga tak menyulitkan saya untuk mendapatkan motivasi disaat sedang terpuruk. Lalu bagaimana jika keluarga bukan berlatar belakang pedagang. Ada dua alternatif yang bisa ditempuh, pertama, masuklah dalam kesebuah komunitas pedagang contoh womanpreneur community, komunitas yang semua anggotanya perempuan pebisnis. Mereka berkumpul untuk berbagi pengalaman, belajar bersama, dan networking. Jikalau tidak memungkinkan, bacalah biografi para pebisnis handal, pasti mereka pernah mengalami masa-masa sulit. Dari sana kita akan mendapatkan pelajaran bagaimana mereke menyikapi masa sulit dan mampu keluar dari kesulitannya hingga pada akhirnya mencapai kesuksesan.

Modal tak selalu berupa uang

Credit_Modal tak selalu berupa uang

Jika tidak memiliki modal apakah masih bisa berdagang?

Sangat bisa dan sangat mungkin. Modal utama bisnis bukan uang tapi kepercayaan, TRUST. Pernah suatu ketika saya menjualkan produk IT dengan kesepakatan fee Rp 500.000 per produk. Alhamdulillah saya mampu menjual 10 produk. Tanpa modal uang saya mendapatkan total komisi Rp 5.000.000.

Lho kok bisa? Pasti bisa karena modal tak hanya uang. Ada beberapa modal yang sering tidak kita sadari melekat pada diri kita dan belum kita manfaatkan atau biasa disebut nonmateriil capital.

Pertama, modal spiritual. Keyakinan bahwa rezeki yang diberikan Allah SWT takkan pernah tertukar. Modal ini akan memberi kita semangat untuk senantiasa berusaha, pantang menyerah, dan tak malu menggelar lapak. Kedua, modal personal. Modal ini bisa berupa ketekunan, mendapat kepercayaan, waktu luang, keyakinan, punya mentor, gigih, ulet dan rajin. Apakah semua itu juga modal?

Ya, semua itu juga disebut modal. Ambil contoh, Anda memiliki uang Rp 10.000.000 untuk modal usaha. Jika tidak memiliki modal lain seperti keuletan, kegigihan, ketekunan, maka bisa dipastikan modal uang yang Anda miliki tak ada artinya. Besar kemungkinan tak berapa lama usaha Anda akan gulung tikar. Akan tetapi beda cerita tatkala Anda memiliki modal Rp 1.000.000 plus ketekunan, kegigihan, keyakinan, keuletan bisa jadi modal Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 1.000.000.000. Dan ini sangat mungkin. Para pebisnis handal telah membuktikan ini.

Modal ketiga, modal sosial. Modal ini berupa networking. Teman, sahabat, saudara, kenalan juga merupakan modal. Dalam cerita pengalaman saya diatas, untuk mendapatkan uang Rp 5.000.000 tanpa modal uang saya menggunakan modal ini. Dan ini merupakan pelajaran kedua, modal tak selalu berupa uang.

Lalu, dari mana harus memulai?

Ide bisnis bisa kita dapatkan dari mana saja. Menurut pengalaman, memulai bisnis paling mudah ialah dari hobi yang kita gemari. Tak hanya mudah juga paling langgeng. Logikanya, apapun yang kita sukai, untung rugi urusan belakangan. Nah inilah mengapa alasan usaha dari hobi merupakan pilihan yang rasional. Tanpa sadar kita dididik menjadi pribadi yang ulet, tekun dan tahan banting.

chef memasak

Credit_Mulailah dari hobi

Jika Anda memiliki hobi memasak, cobalah untuk membuat tester masakan yang Anda cobakan pada kawan, relasi ataupun sanak saudara. Untuk permulaan, tak perlu berpikir quantity pesanan. Ada yang pesan saja sudah beruntung.

Saya memiliki sahabat yang bekerja di Departemen Keuangan dan memiliki usaha sampingan catering di rumahnya. Semua berawal dari hobinya memasak. Setiap ia mencoba resep baru, ia senantiasa membawanya ke kantor untuk dicobakan pada rekan kantornya. Kini, saat rekan kantornya akan mengadakan acara pengajian, syukuran ataupun hajatan biasanya mereka memesan pada sahabat saya tersebut. Mereka memesan pada sahabat saya karena cocok dengan masakan sahabat saya. Dari awalnya memberi tester pada rekan kantornya, kini ia memiliki usaha cateringan kecil-kecilan. Dan inilah pelajaran yang terakhir, mulailah berbisnis dari hobi yang kita miliki.

Selamat memasuki dunia bisnis. Yang harus Anda lakukan bukan mencari modal ataupun  ide usaha akan tetapi kapan Anda mulai melangkah, mulai membuka lapak. Salam sukses.

Tulisan ini diikutkanpada giveaway: Perempuan dan Bisnis.

Catatan:

Tulisan ini bisa dipraktekkan baik pada bisnis offline maupun online karena pada prinsipnya sama. Ingat! Bisnis online tak selalu lebih mudah dibanding bisnis offline. Untuk urusan pangsa pasar betul jika bisnis online memiliki pangsa pasar lebih luas. Tapi untuk urusan mental bisnis offline maupun online tetaplah sama.


Simpan dalam Suhu Ruangan

Demi alasan kepraktisan, biasanya para ibu menyimpan sayuran, buah serta bahan makanan didalam kulkas agar tahan lebih lama. Padahal, tidak semua bagus apabila disimpan didalam kulkas lho!

Ada beberapa buah-buahan jika disimpan dalam kulkas akan mengurangi kandungan gizinya. Selain itu, tekstur dan rasa buah juga akan berubah. Nah, buah apa saja yang lebih baik disimpan diluar kulkas, yuk, lihat infonya berikut ini:

Lanjut membaca >>

Urban Farming

Urban farming sebenarnya bukanlah ide baru. Jepang tercatat sebagai negara pelopor program ini. Keterbatasan lahan menyebabkan mereka harus berfikir kreatrif bagaimana mengolah lahan sempit dan terbatas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Kini karena perkembangan populasi global yang sangat pesat dan sumber daya yang semakin terbatas menjadikan teknik ini banyak diterapkan di beberapa negara. Di Bangkok, atap gedung pemerintahan dimanfaatkan sebagai ladang pertanian yang hasilnya masuk ke kas pengelolaan gedung.

Seperti apa sich pertanian urban?

Read more

Pergi Haji

Banyak cerita ketika seseorang pergi menunaikan ibadah haji. Ada cerita suka pun ada cerita duka. Kebetulan pada tahun 2004 Allah berkenan memberi saya kesempatan untuk menunaikan ibadah haji bersama ibunda tercinta.

Sebenarnya kesempatan ini sesuatu yang tidak saya duga sebelumnya. Pergi haji diusia 24 tahun bukan sesuatu yang saya impikan. Impian saya waktu itu menghajikan ibunda dengan hasil tabungan saya. Ternyata Allah berkehendak lain, ketika uang terkumpul dan saatnya untuk mendaftar tiba, pintu hati almarhum ayah saya terbuka dan akhirnya ayah meminta uang hasil tabungan  digunakan untuk mendaftar buat saya sendiri. Semua keperluan ibu ditanggung ayah. Ketika tulus berbakti untuk ibunda tercinta, Allah memberi sesuatu yang indah yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Read more

Membuat Perpustakaan di Rumah

Beberpa waktu yang lalu saya berkunjung ke tempat salah seorang teman akrab semasa kuliah dulu. Meskipun rumahnya tergolong mungil, tapi terlihat asri dan tertata rapi. Ada hal yang membuat saya salut atas komitmennya sejak masih kuliah dulu. Di rumahnya harus ada perpustakaan untuk mengakomodir kegemanrannya membaca buku. Dan ternyata ia merealisasikan impiannya. Saya temukan perpustakaan kecil disalah satu sudut rumah mungilnya. Tak lupa ia menyelipkan slogan penyemangat seperti “Buku adalah jendela dunia”. Di sudut yang lain saya menemukan slogan “We don’t have a ferari, but we do have a home library”.

Read more