Pemenang GA Indahnya Persahabatan Blogger

Sahabat2

Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah hajatan GA kami. Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih pada teman-teman blogger yang telah berpartisipasi memeriahkan GA pertama kami. Cerita kalian betul-betul luar biasa hingga kami harus berdebat lama hanya untuk menilai 1 tulisan.Tak lupa saya ucapkan banyak terimakasih pada teman-teman yang telah bersedia menjadi sponsor GA kami.

Tak ada gading yang tak retak. Jika pada akhirnya penilaian kami tidak memuaskan semua pihak kami mohon maaf sebesar-besarnya. Dan inilah para pemenang nya:

Baca Selanjutnya

GA Indahnya Persahabatan Blogger [Closed]

Alhamdulillah hajatan GA “Persahabatan Blogger” berjalan sesuai dengan harapan saya dan mbak Lies. Awalnya sengaja kami memberi tenggat waktu pendek agar tak kewalahan dalam menilai tulisan peserta. Ternyata ada beberapa teman blogger yang ingin menjadi sponsor GA kami. Maka kami putuskan untuk memperpanjang hajatan kami.

Tak ada gading yang tak retak. Jika pada akhirnya penilaian kami nanti tak memuaskan semua pihak, sebelumnya kami mohon maaf sebesar-besarnya.

Tak lupa kami ucapkan banyak terimakasih pada teman-teman yang telah berpartisipasi memeriahkan GA “Persahabatan Blogger” ini.

Baca Selengkapnya

GA Indahnya Persahabatan Blogger

Sahabat2

Dunia blogger bukanlah dunia statis. Seringnya interaksi antar blogger seiring waktu dipastikan memunculkan hubungan istimewa. Ya, persahabatan antar blogger tak mungkin dihindari. Entah sahabat dengan lawan jenia ataupun sesama jenis.

Sahabat adalah seseorang yang ada disaat kita senang maupun sedih. Apakah aturan itu juga berlaku untuk para blogger?

Tuliskan cerita teman-teman seputar persahabatan dengan sesama blogger dalam GA “Indahnya Persahabatan Blogger”

Namanya juga GA persahabatan antar blogger, maka tak lucu rasanya jika saya menyelenggarakan GA ini sendiri. Ya, GA ini diselenggarakan oleh saya dan mbak Lies. Aturan dan hadiah yang kami sediakan silahkan dicek dibawah ini.

Baca Selanjutnya

Indahnya Persahabatan

Mendung menggantung pertanda hujan segera turun. Entoh begitu tak menyurutkan niat saya dan mbak Lies untuk cetrak cetrek dawet ireng khas Purworejo. Cetrak cetrek ini dalam rangka mencoba kamera baru saya. Sedikit gaptek dan parno plus kurang pede saya pun mencolek mbak Lies untuk menemani saya.

Selesai cetrak cetrek kami pun bubar jalan kembali ke posisi masing-masing. Kebetulan waktu itu kami memanfaatkan jam istirahat mbak Lies. So, selesai cetrak cetrek mbak Lies pun kembali ke kantor, sementara saya menjemput anak saya.

Tak berapa lama mbak Lies men-tag foto dawet hasil jepretannya di dinding Facebook saya dengan tulisan yang membuat saya terharu.

Baca Selengkapnya

Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Hari gini jarang ada pengantenan yang mau beribet-ribet ria. Kalau kata anak saya udah ndak jaman. Maunya yang simpel, urusan perut diserahkan ke catering malah kalau mau simpel lagi semua diserahkan ke wedding organizer.

Beda dengan di kampung, kalau ada hajatan semua tetangga dikerahkan untuk memeriahkan acara. Mulai dari dapur sampai penerima tamu semua campur tangan tetangga.

Kebetualn beberapa waktu yang lalu saya menghadiri pernikahan sepupu dari suami yang tinggal di Blitar. Nikahnya pakai adat jawa plus ritualnya.

Lama banget ndak pernah lihat prosesi pernikahan ala Jawa pas lihat lagi rasanya excited banget. Jadi heboh poto sana poto sini walaupun ada yang terlewatkan ๐Ÿ˜ฆ

Pernikahan1

Urut-urutan peosesi pernikahan adat Jawa

Dan upacara panggih pun dimulai. Pengantin saling menukar kembar mayang atau disebut liron kembar mayang. Menurut contekkan makna dan tujuan liron kembar mayang ialah bersatunya cipta, rasa, dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan.

Setelah itu, dilanjut dengan gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu.

Sayang kemarin tidak ada ngidak endhog atau injak telur pengantin pria. Hanya kaki kedua pengantin dibasuh air kembang oleh tetua adat yang sebelumnya air kembangnya diminumkan kepenganten. Ditahap ini saya ndak setuju, terlihat musyriknya.

Upacara panggih diakhiri dengan menyampirkan kain atau biasa disebut Sindur ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup. (Ada digambar 3)

Selanjutnya pengantin digiring ke pelaminan atau sasana riengga dan memulai prosesi selanjutnya yaitu timbangan dimana kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin. Mohon dimaafken poto terlewatkan ๐Ÿ˜ฆ Kemudian kedua pengantin diminta untuk sungkem meminta restu dan maaf dari kedua orang tua mempelai dengan harapan pernikahannya akan langgeng.

Saat dulangan kedua pengantin saling menyuapi. Dulangan merupakan simbol dari perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan (simbol seksual).

Kemudian dilanjut dengan kacar-kucur dimana pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga.

Selesai semua prosesi, kami para undangan diminta untuk menikmati atau ngrahab makanan yang telah disediakan.

Tak lupa bernarsis ria dengan pengantin sebelum berpamitan dengan tuan rumah.

Pernikahan2

Narsis bareng penganten

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

Note

Mau dapetin buku Cerita Dibalik Noda atau Menulis itu Seksi?

Buku1

Lihat infonya disini ya. DL 30 April lho! So, buruan yang pengen ikutan ๐Ÿ™‚

Permainan Tradisional

Dakon

Melihat papan permainan dakon mengingatkan saya pada permainan anak-anak jaman dulu. Beberapa diantaranya yang masih saya ingat selain dakon, ada jethungan, gobag sodor, pasar-pasaran, engklek, yoyo, egrang, benthek, kasti, bola bekel dan masih banyak lagi.

Beberapa permaianan seperti gobag sodor yang merupakan singkatan dari “GO Back to Door”, jethungan, dan kasti memerlukan banyak personel alias permainan tim, sementara dakon, pasar-pasaran, benthek, engklek, bola bekel hanya memerlukan 2 orang pemain. Sementara egrang dan yoyo bisa dimainkan secara kelompok dengan berkompetisi ataupun dimainkan secara individu.

Kini, permainan tradisional tersebut lambat laun mulai punah. Punah karena lahan yang digunakan untuk bermain mulai menyempit. Dan yang pasti, punahnya permainan tradisional disebabkan kalah pamor dengan permainan-permainan modern saat ini alias sepi peminat.

Padahal jika dinilai secara kualitas, permainan tradisional memiliki tingkat kualitas lebih baik dibandingkan permainan modern saat ini seperti bermain boneka Barbie, PS ataupun Game Online yang sedang digandrungi anak-anak jaman sekarang.

Ada banyak nilai positif yang didapatkan dari permainan tradisional diantaranya perkembangan fisik, kognisi, bahasa, kreativitas, negosiasi dan kompetensi sosial.

Contohnya pada permainan dakon. Saat memainkan dakon anak dilatih bernegoisasi untuk menentukan siapa yang terlebih dulu memulai permainan. Kemampuan motoriknya pun terasah tatkala ia memegang biji-bijian untuk dimasukkan pada lubang-lubang papan dakon. Selain itu, permainan dakon juga melatih kemampuan berhitung anak karena untuk menjadi pemenang dari permainan ini, ia harus menghasilkan banyak biji dalam lumbungnya.

Saru3

doc. google

Bandingkan manfaat yang didapat dari bermain game. Bukan manfaat, sering justru permainan game memberi dampak negatif pada anak.

Contoh yang paling gampang anak jadi sulit berkonsentrasi, kadang berani mencuri uang orang tuanya.

Bahkan baru-baru ini saya membaca berita disebuah koran lokal, ada seorang anak SD yang melakukan tindakan asusila karena terpengaruh oleh permainan game. Selidik punya selidik, ternyata kadang dalam permainan game, para pemain yang ditampilkan menggunakan pakaian yang seronok.

Tantangan orang tua saat iniย  semakin berat. Kita sebagai orang tua dituntut lebih cerdas, selektif serta peka saat memilihkan permainan untuk buah hati kita.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

Berkunjung ke Outlet DOWA

Dowa1

Tas berkualitas tidak hanya tas merk-merk terkenal keluaran luar negeri. Ada banyak tas lokal yang mutunya tak kalah dengan tas branded . Ya, salah satunya ialah tas dengan merk “Dowa”.

Dowa yang dalam bahasa sansekerta berarti doa, beralamat di Jl. Godean Km. 7 Yogyakarta ini fokus pada tas-tas jenis rajutan. Walaupun demikian, ada berbagai tas non rajut yang disediakan juga dioutletnya.

Selain tas, Dowa juga menyediakan dompet, tempat hp, tas laptop dan lain sebagainya yang rata-rata berupa rajutan.

Dowa5

Terlihat jelas pangsa pasar yang dibidik produsen tas ini dari design interior dan eksterior outletnya serta harga yang dibandrol untuk setiap produknya. Dowa menyasar pasar kelas menengah keatas.

Untuk produk tas, harga yang dibandrol antara Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000. Sementara untuk dompet-dompet rajutan, dibandrol dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 600.000.

Dowa4

Outlet yang bergaya arsitektur rumah jawa tempo dulu dengan menggunakan material bata ekspos terasa nyaman hingga dipastikan pengunjung bakalan betah berlama-lama memilih produk-produk Dowa ataupun sekedar melihat-lihat saja.

Dowa6

Saat pengunjung lelah berkeliling outlet, Dowa menyediakan tempat beristirahat dengan menyuguhkan camilan tradisional seperti jadah tempe, ampyang serta air mineral gratis.

Dowa3

Jika kita ingin melihat proses produksi produk Dowa, kita pun diperbolehkan untuk melihatnya. Tempatnya ada dibelakang outlet Dowa.

Dowa2 Jika tak sempat berkunjunga ke outletnya, bisa berkunjung ke websitenya http://www.dowabag.com atau bisa juga email ke dowa@dowabag.com.

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

 

.

.

You might also like:

Gendhis Bag’s

Handicraft #4P Jilid 2

Handicraft #4P Jilid 1