Siapa Dirimu

Ada sebagian orang yang mudah tersulut emosi ketika mendengar suara-suara miring tentangnya. Pastinya dengan kadar reaksi masing-masing. Ada yang marah besar, marah ataupun hanya ngedumel alias ngegrundel. Sedikit disinggung langsung meledak. Sedikit dikritik, langsung menyerang balik. Sedikit diingatkan, balik mengorek kesalahan.

Padahal jika kita sadari, Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut tentu fungsinya agar kita lebih banyak mendengar. Dan pada kenyataannya suara yang kita dengar tak selalu suara yang mengalun merdu. Terkadang suara kresek-kresek seperti suara radio yang tak menemukan frekuensinya, atau suara menggelegar yang mengagetkan kita, atau malah kadang hanya bisikkan-bisikkan tak jelas.

Cara orang mengkritisi kita pun bermacam-macam. Ada orang yang mengkritisi dengan kata santun,”Maaf, ada sedikti masukkan dari saya, sebaiknya bla bla bla.” Akan tetapi ada orang yang menyampaikannya tanpa tedeng aling aling. Blas, bagai anak panah menembus sasarannya. Sakit langsung mengenai hati. Disinilah kedewasaan kita dalam mendengar diperlukan.

Baca Selengkapnya

Iklan